oleh

MBG Di Kab. Bandung, Nilainya Sekira Rp 7000-7.500,- Yang Diberikan Ke Siswa???

Pewarta : Liputan Khusus

Koran SINAR PAGI, Kab. Bandung,-Pantauan liputan khusus KSP (23/02/2026) s.d. (24)02/2026) Orang tua siswa/i di Kec. Ciwidey dan Kec. Pasir jambu, Kab Bandung kecewa melihat paket MBG yang diterima putera/i di  Sekolah Dasar.

Seperti diutarakan NY (55) warga Desa Panundaan, Kec. Ciwidey, Kab Bandung, anak kami sekolah di SDN Rancagede dan SDN Batukasur, Kec Ciwidey, menerima MBG tgl (23/02/2026)  dalam kantung keresek kecil isinya : 1 butir telur, 1 bolu kukus kecil dan 1 satu plastik kecil kurma, kami coba hitung nilainya kurang lebih Rp.7.500,-/siswa, apakah sesuai besar anggaran yang sudah ditetapkan, paket MBG/siswa? Kami pihak/instansi yang berkompeten memberikan penjelasan dan tindakan jika ternyata pihak Dapur MBG yang memangkas anggaran,” ungkap NY dengan nada kesal.

“Kami mohon Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) segera turun untuk bisa memberi teguran kepada oknum Dapur MBG,” tutur NY lagi denfan nada geram

Di hari yang sama Lipsus KSP sambangi Dapur MBG di Kp. Sukahaji, Kec. Ciwidey diterima salah seorang petugas Dapur MBG, ditanya pemilik yayasan dan menu yang didistribusikan ke sekolah dasar, salah satu petugas Dapur MBG Kp. Sukahaji, Kec. Ciwidey menjawab, “kami kami kurang tahu, kami hanya ditugaskan, lebih detail silahkan bapak hubungi Ketua Yayasan,” tutur petugas Dapur MBG singkat.

(24/02/2026) Lipsus KSP sambangi beberapa Sekolah Dasar di Kec. Pasir jambu, satu di antaranya SDN Pasir jambu 3, Lipsus sempat berbincang-bincang dengan beberapa orang tua siswa di halaman SDN 3 Pasirjambu. Bunga (nama samaran), “kami telah menerima MBG pada tanggal (24/02/2026) isinya : 1. plastik kecil kacang, 3 kotak kecil susu, 1 plastik kecil kurma,1 kemasan madu murni, satu plastik kecil abon dan sepotong Roti untuk 3 hari. Setelah kami hitung nilai dari kemasan 3 hari sekira Rp 20.000,-” kata bunga.

Masih kata bunga, “kami sangat mendukung programnya Persiden RI,  lemah pengawasan di lapangan, jangan sampai program MBG tersebut diselewengkan untuk keuntungan pribadi atau golongan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,”kata bunga.

Selanjutnya Lipsus KSP meminta tanggapan kepada Ketua Jurnalis Independen Bersatu (Jitu) DPC Kab. Bandung di kediamannya.

“Untuk efek dan efisiennya Program MBG, sejatinya pemerintah pusat dan daerah lebih ketat dalam pengawasan di lapangan. Jangan yang bertujuan baik ini diselewengkan oleh oknum2 pemerintah untuk mendapatkan keuntungan. Hal lain juga yang perlu diperhatikan, keluhan orang tua dan masyarakat salah sasaran karena mereka tidak tahu harus kemana mengadu.  Contoh, di salah satu SD Kec. Ciwidey, orang tua/masyarakat mengadu ke Kepala Sekolah bahkan ada tekanan sehingga Kepala Sekolah di pojokan, padahal Sekolahnya dalam hal ini siswa hanya penerima manfaat, kami mohon kepada pemerintah pusat dan daerah agar di setiap sekolah di pasang papan informasi pengaduan sesuai undang-undang keterbukaan informasi publik no 14 tahun 2008,” pungkas Ketua Jurnalis Independen Bersatu (Jitu) Kab. Bandung.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *