oleh

Gunung Gundul, Warga di Kp. Cibitung, Desa Sukawening Resah

Pewarta : Tim Liputan Khusus

Koran SINAR PAGI, Kab. Bandung,-Terpantau Tim Liputan Khusus Koran SINAR PAGI (18/04/2026), Gunung Gundul, warga di Kp. Cibitung, Desa Sukawening, Kec. Ciwidey, Kab. Bandung, “resah”. Seperti diutarakan NY (40) warga Desa Sukawening saat  dikonfirmasi dikediamannya beberapa hari yang lalu.

“Ya benar di lokasi petak Batu Nenger BPKH Cililin KPH Bandung Gunung Gundul, kami sebagai warga yang terdekat dengan Lokasi Gunung Batu Nenger jika hujan tiba merasa tidak nyaman takut sewaktu gunung tersebut longsor, karena tersebut gunung sudah gundul dan tidak ada pepohonan, bahkan di tahun sebelumnya pernah terjadi longsor, akibat gunung tersebut gundul dan tidak ada pepohonan sama sekali yang ada hanya tanaman Labu dan sayur mayur.

Masih menurut NY, bahkan warga yang bertani di Gunung Batu Nenger bayar sewa lahan (sering). “kami dipungut oleh oknum petugas Perum perhutani BKPH cililin sebesar rp.3.000.000/kelompok tani, cuma kami tidak mengerti kenapa ada pungutan liar namun hutan di gunduli.ga masalah kami bayar namun tolong gunungnya dihijaukan oleh tanaman kayu keras bukan ditanami labu dan sayuran dan tidak ada tindakan dari petugas Perum perhutani BKPH Cililin,” tutur NY.

Senin (20/04/2026) Tim Liputan Khusus KSP sambangi kantor Perum Perhutani BKPH Cililin KPH Bandung, diterima AKBAR Asper Cililin, ditanya wartawan, soal Hutan Gundul di petak Batu Nenger dan pungutan liar, Asper menjawab, kami tidak tahu ada hutan gundul dan pungutan liar di petak Gunung Nenger, kami baru beberapa pekan bertugas di Perum Perhutani BKPH Cililin.

“Kalau memang benar informasi tersebut bahwa telah terjadi Gunung Gundul atau ada tanaman sayur mayur dalam waktu dekat kami akan bertindak cepat tutur,” pungkas Akbar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *