oleh

Manajemen Obyek Wisata Jiwanta “Frank” Puluhan Wartawan Kab. Bandung

Pewarta : Lipsus

Koran SINAR PAGI, Kab Bandung,-Undangan Audensi Wisata Jiwanta kec.Rancabali kepada puluhan wartawan, berakhir kecewa.

Seperti diutaran TR satu di antara peserta Audens di wisata Jiwanta  saat di konfirmasi (03/06/2026). “Kami jauh-jauh hadir di acara Audens atas dasar undangan dari Jiwanta yang menyebar luas di grup wa wartawan. Kami menyampaikan beberapa pertanyaan pertama, atas dasar apa panitia dan security, saat Louncing jiwanta (25/05/2026), wartwan dilarang meliput?jawaban dari salah seorang yang mengaku sebagai manajemen?Mohon maap bapak-bapak/ibu-ibu wartwan warta/Wati pada hari ini kami belum bisa menjawab, mengingat tempat yang tidak memadai dan kami belum persiapan, nanti sesi kedua kami akan jadwalkan untuk acara Audens dan bapak-bapak kami undang tutur salah seorang yang mengaku manajemen jiwanta singkat. TR dan wartwan lain merasa kecewa, “kenapa Audens ada sesi satu dan dua, sudah puluhan tahun sebagai wartawan baru hari ini terjadi,” tutur TR kesal.

Selanjutnya Lipsus KSP mengkonfirmasi Bandi Sobandi Ketua DPC Jurnalis Independen Bersatu (jitu) Kab. Bandung di lokasi kolam renang Jiwanta (03/06/2026). “Saya selaku Ketua DPC.Jurnalis Independen Bersatu (JITU) Kab. Bandung sangat menyayangkan kejadian tersebut, padahal kami sudah melayangkan surat konfirmasi di atas Kop Surat (JITU) Kab. Bandung di tandatangan setempel cap basah menggunakan map rapih, namun surat tersebut dibalas via wa dengan kutipan tulisan, mohon maap kepada rekan rekan Jurnalis Independen Bersatu (JITU) kami melayangkan surat undangan pada hari, Rabu tanggal (03/06/2026), dimohon hadir untuk klarifasi sebagai hak jawab. Namun kami menunggu sampai jam 18.wib surat Resmi yang ditanda tangani, cap basah, tidak kunjung datang baik via pdf maupun surat  yang dikirim ke kantor kami (JITU) Kab. Bandung.

Ironis tipycal dan figur manajemen Jiwanta tidak memahami dan soal surat menyurat, apalagi etika.

Atas kejadian tersebut, insan pers Kab. Bandung khususnya, prilaku manejemen yang dari profesional bahkan terkesan melecehkan wartawan,” pungkas Bandi Sobandi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *