Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, Ikatan Keluarga Alumni (IKAL) Lemhannas menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I kepengurusan periode 2026–2031 di Kota Bandung. Forum tersebut menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi, menyusun program kerja lima tahun ke depan, sekaligus menegaskan komitmen mendukung agenda pembangunan nasional.
Terdapat tiga fokus utama yang menjadi arah organisasi. Pertama, memperkuat konsolidasi internal agar IKAL Lemhannas menjadi organisasi yang bermartabat dan solid. Kedua, menjaga eksistensi organisasi sebagai mitra strategis yang mendukung keberlangsungan Lemhannas RI sebagai almamater para alumni. Ketiga, mendukung pemerintah dalam menyukseskan pembangunan nasional, termasuk implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045.
Rakernas yang menjadi forum untuk menghimpun berbagai masukan terkait program kerja lima tahun ke depan. Selain itu juga membahas penganggaran organisasi sebagai dasar pelaksanaan program secara berkelanjutan.
Pada Rakernas yang berlangsung seluruh DPD didorong menjadi ujung tombak dalam menyosialisasikan wawasan kebangsaan, wawasan nusantara, geopolitik Indonesia, serta geostrategi nasional sebagai bagian dari penguatan ketahanan negara.
Fajar Setyaning Dwi Putra, Alumni Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan 38 Lemhannas RI yang saat ini berprofesi sebagai Dosen Politeknik STMI Jakarta Kementerian Perindustrian, setelah menghadiri acara Rakernas tersebut mengungkapkan sebagai bagian dari alumni Lemhannas RI yang bergerak di ranah akademik.
“Saya melihat Rakernas ini bukan sekadar forum konsolidasi, tetapi juga ruang refleksi strategis atas peran intelektual dalam menjaga ketahanan nasional. Diskursus yang berkembang menunjukkan bahwa tantangan kebangsaan hari ini semakin kompleks, multidimensional, dan menuntut kontribusi berbasis pengetahuan,” jelasnya kepada media cetak dan online, saat diminta tanggapannya sebagai peserta.
Menurutnya sangat penting untuk menegaskan bahwa sebagai kaum akademisi memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menjembatani antara gagasan dan implementasi kebijakan. Rakernas ini memperkuat kesadaran bahwa produksi pengetahuan harus relevan, kontekstual, dan mampu menjawab problem kebangsaan secara nyata.
Menindaklanjuti arahan dari Gubernur Lemhannas RI dan Ketua Umum Ikatan Alumni, saya melihat ada beberapa langkah konkret yang perlu dilakukan:
Pertama, menginternalisasi nilai nilai kebangsaan dalam ruang akademik, baik melalui pengajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Kedua, memperkuat literasi kebangsaan di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi disrupsi informasi dan polarisasi sosial.
Ketiga, membangun jejaring kolaboratif antara akademisi dan praktisi kebijakan agar hasil kajian tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi dapat diimplementasikan.
Sebagai dosen, langkah ini akan saya wujudkan melalui penguatan kurikulum berbasis nilai Pancasila dan ketahanan nasional, serta mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan berorientasi solusi.
Harapan saya, Rakernas ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu melahirkan roadmap yang terukur dan berkelanjutan bagi peran strategis alumni Lemhannas RI.
“Selain itu, saya berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara alumni lintas sektor, sehingga tercipta ekosistem kebangsaan yang solid, adaptif, dan responsif terhadap dinamika global,” ucapnya.







Komentar