Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, Tema resmi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengusung jargon utama “Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah”. Tema ini berfokus pada terciptanya lingkungan belajar yang ramah, inklusif, dan bebas dari perundungan sejak hari pertama hingga terakhir.

Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 tersebut menekankan prinsip Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Melalui fokus utamanya:
- Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat: Penanaman karakter moral dan etika di sekolah.
- Pencegahan Perundungan: Memastikan sekolah menjadi zona aman yang bebas dari kekerasan dan perpeloncoan.
- Aktivitas Interaktif: Diisi dengan kegiatan seperti “Pagi Ceria” dan edukasi mengenai sopan santun, serta beretika dalam bermedia sosial.

Hari pertama ketika siswa mulai masuk gerbang SMAN 1 Banjaran Kabupaten Bandung, terlihat para guru dan kaka kelasnya atau OSIS / Organisasi Siswa Intra Sekolah, memulai dengan pembiasaan rutinnya menyambut dengan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada para siswa baru yang langkahnya mendekati pintu utama sekolah. Proses itu sebagai upaya menumbuhkan rasa bahagia bagi para siswa saat melihat lingkungan barunya.

Khamisah Nurdini, S.Pd., Ketua Panitia MPLS Tahun 2026 menjelasakan pada tahun 2026 pelaksanaan MPLS di SMAN 1 Banjaran memadukan pedoman dari Permendikdasmen No. 12 Tahun 2026 yang mengatur pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan aturan tambahan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

“Tujuan utama dari MPLS ialah mempelajari lingkungan sekolah, sarana pendidikan dan proses lanjutan belajar setelah para siswa baru yang lulus dari SMP/MTs, memahami lingkungan baru yang akan dijalani selama mengikuti jenjang pendidikan di SMAN 1 Banjaran. Tema MPLS tahun ini ialah SAGARA atau Sarana Adaptasi Generasi Aman Ramah Berakhlak,” jelasnya saat wawancara khusus bersama media cetak dan online di ruang tamu Wakasek SMAN 1 Banjaran (17/8/2026)
Pada akhir masa MPLS nanti ada tampilan dari 24 ekstrakulikulier, serta hiburan dari siswa kelas 12, Silvia Natasya Billa (akrab disapa Silvia) kontestan dan perwakilan asal Bandung yang berhasil menembus jajaran Finalis Top 12 di ajang pencarian bakat menyanyi pop nasional, The Icon Indonesia musim perdana yang ditayangkan di SCTV dan platform Vidio.

Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Banjaran, Supriatna, S.Pd., menyimpulkan MPLS sebagai proses awal sekolah mengenalkan berbagai aturan hingga lingkungan sekolah yang akan menjadi tempat menempuh pendidikan selama 3 tahun ke depan. Khususnya bagi murid baru yang tersebar di 12 kelas, terdiri dari siswa reguler dan kelas SMA Terbuka.
Kepala SMAN 1 Banjaran, Drs. Iwan Kurniawan, menyimpulkan bahwa sejak awal sampai akhir proses penerimaan murid baru di sekolahnya berlangsung dengan kondusif. Sesuai aturan dan kouta yang tersedia.

Informasi yang dihimpun media massa, khusus Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di wilayah Jawa Barat tahun ini berpedoman pada program pendidikan karakter “Gapura Panca Waluya”. Tema utama itu berfokus pada pembentukan karakter siswa yang berakar pada kearifan lokal budaya Sunda.

Kelima nilai kesempurnaan (Panca Waluya) yang menjadi landasan utama meliputi:
- Cageur: Sehat jasmani dan rohani.
- Bageur: Baik hati dan berbudi pekerti luhur.
- Bener: Jujur, taat aturan, dan saleh.
- Pinter: Cerdas dan kompeten.
- Singer: Kreatif, terampil, dan berinisiatif.

Kegiatan MPLS di Jawa Barat disesuaikan dengan pedoman nasional yang mengusung konsep lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.







Komentar