Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)
Prof. Dr. Taruna Ikrar menjelaskan Sains Kebahagiaan secara biologis, seperti bagaimana hormon dopamin, serotonin, oxytocin, dan endorfin bekerja di dalam otak manusia untuk menciptakan perasaan bahagia.
Perasaan bahagia itu kini menguasai sejumlah orangtua yang lolos SPMB di berbagai sekolah yang diinginkan. Senyum mereka sangat sangat lebar. Tidak sedikit orangtua yang “flexing” bercerita, berkisah dan berbangga atas kelulusan anaknya di sekolah yang diimpikan.
Namun disisi lain sejumlah orangtua juga “pusing” delapan keliling, karena anak kebanggaan tidak lolos SPMB di sekolah yang diimpikan. Orangtua yang sadar, Ia akan menerima keadaan, namun oknum orangtua yang tak sadar bisa berbuat dan bertindak tak positif.
Bisa jadi misal karena kecewa anaknya tidak masuk sekolah yang diimpikan, akhirnya menstigma sekolah. Awalnya bermimpi dan mencintai sekolah di mana Ia daftar SPMB, akhirnya malah membenci dan memprovokasi. Berita online, narasi narasi provokasi pun dilayangkan. Ini dinamika masyarakat kita.
Pihak sekolah harus memahami, bila ada oknum orangtua menjadi kecewa, benci dan provokatif, adalah “ekspresi cinta” karena sekolah yang diimpikan tidak meloloskan anak tercintanya. Benci dan cinta bisa menerpa kita semua dalam berbagai hal. Manusiawi.







Komentar