oleh

Mendikdasmen Abdul Mu’ti : Pendidikan Bermutu Harus Available, Accessible, Affordable, Lahirkan Generasi Knowledgeable, Capable, dan Humble

Pewarta : Anis

Kpran SINAR PAGI, DEPOK,-  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa.
Hal itu disampaikan Mendikdasmen saat meresmikan SDI 78 dan SMPI 68 Yayasan Cendekia Adab Mulia (YCAM) Al Azhar di Cimanggis Golf Estate, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Sabtu (11/7/2026).

Abdul Mu’ti mendorong seluruh lembaga pendidikan menerapkan pendekatan 6 El dan 3 Ul sebagai arah kebijakan baru Kemendikdasmen.
Pendekatan ini, menurutnya, merupakan perwujudan amanat Pasal 31 UUD 1945 dan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

“Untuk mewujudkan pendidikan bermutu itu harus _available_ atau tersedia, accessible atau mudah diakses, affordable atau terjangkau. Tujuannya agar tercipta anak-anak Indonesia yang knowledgeable atau berpengetahuan, capable atau berdaya saing, dan humble atau berakhlak mulia,” jelas Mendikdasmen.
Ia menekankan, pendidikan tidak boleh berhenti pada akses. Kualitas, keterjangkauan, dan karakter menjadi tiga pilar utama yang harus berjalan beriringan.

Selain itu, mantan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah ini juga mengajak satuan pendidikan menerapkan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning.
Metode ini tidak hanya berorientasi pada capaian kurikulum, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pengalaman belajar siswa.

Ada tiga kata kunci: mindful atau pembelajaran yang penuh perhatian, meaningful atau bermakna bagi kehidupan anak, dan joyful atau menumbuhkan kegembiraan dalam belajar,” ujarnya.

Menurut Abdul Mu’ti, kombinasi pendekatan tersebut akan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual, emosional, dan sosial.
Dalam kesempatan itu, Mendikdasmen mengapresiasi peran Yayasan Cendekia Adab Mulia Al Azhar yang dinilai konsisten membangun pendidikan berbasis adab dan ilmu.

“Saya yakin YCAM Al Azhar akan menjadi bagian dari ikhtiar besar kita bersama dalam membangun Generasi Indonesia Emas 2045. Generasi yang hebat, kuat, bermartabat, dan unggul di tingkat global,” tandasnya.
Peresmian SDI 78 dan SMPI 68 YCAM Al Azhar ini diharapkan menjadi model sekolah yang mengintegrasikan keunggulan akademik, penguatan karakter, serta akses pendidikan yang inklusif dan terjangkau.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *