oleh

SMP Karya Bhakti Marga Mulya Kec. Pasirjambu, Kab. Bandung Tidak Ada Perhatian Pemerintah

Pewarta : Tim Liputan Khusus

Koran SINAR PAGI, Kab. Bandung,-Terpantau Tim liputan khusus koran sinar pagi 7-7-2026 di kp.Lio RT. 04, RW. 12, Desa Marga Mulya, Kec. Pasirjambu, Kab. Bandung. Yayasan Karya Bhakti Marga Mulya sedang ada kegiatan pemagaran, namun tidak tidak terpasang papan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) no.14 tahun 2008, Setiap kegiatan yang berkaitan anggaran pemerintah wajib memasang Papan Keterbukaan Informasi Publik (KIP), dari mana sumber anggaran, berapa besar anggaran,  lama waktu pengerjaan.

Seperti diutarakan TR warga (Pacira) saat dikonfirmasi di lokasi pekerjaan pemagaran SMP Karya Bhakti Marga Mulya, “Sebaiknya pihak sekolah harus memberikan contoh yang baik bukan sebaliknya, tutur TR terkait tidak adanya papan KIP.

Selanjutnya Lipsus KSP sambangi Kantor SMP Karya Bhakti Marga Mulya, di terima para pekerja pemagaran. Ditanya Kepala Sekolah dan Guru, “lagi libur pak tutur,”para pekerja. Bapak silahkan temui pak Engkus Ketua Yayasan SMP Karya Bhakti Marga Mulya di rumahnya ,” ungkap para pekerja.

Selanjutnya Lipsus KSP sambangi kediaman Engkus, Ketua Yayasan di Marga Mulya namun, Engkus memberi jawaban kepada wartawan, “sedang Libur pak”.

Nenurut  Surat Edaran  Kemendikbud RI, bahwa sekolah tidak libur, yang di liburkan hanya siswa/siswi saja. Di konfirmasi wartwan kegiatatan pemagaran, jumlah bantuan siswa/i yang mendapatkan bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP), awalnya Engkus mengelak tidak tahu jumlah bantuan KIP di sekolahnya, baru setelah wartawan melontarkan berbagai pertanyaan, Engkus, Ketua Yaysan bersedia menjawab.

Sejak didirikan SMP Karya Bhakti Marga Mulya tahun 2018 pihak Yayasan belum mendapatkan bantuan pemerintah, yang berupa sarana prasarana hingga tahun 2026 tidak, sedangkan jumlah siswa/i SMP karya Bhakti Marga Mulya 100 siswa/i dengan tenaga guru 12 orang dan jumlah ruang kls ada 3. Siswa yang mendapatkan bantuan (KIP) sebanyak 80 orang. Saat kegiatan belajar mengajar guru dan kepala sekolah duduk di lantai halaman sekolah, karena fasilitas gedung tidak memadai,”tutur Engkus.

Selanjutnya Lipsus KSP mencoba membuka data Kemendikbud RI.setelah di cek ada beberapa kejanggalan;
Di antaranya jumlah siswa/i Perempuan ada 65 dan siswa laki-laki ada 62 orang jumlah total, 127 siswa/i dengan tenaga guru 6 orang?
Dari mana tambahan siswa/i tersebut?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *