Pewarta : Frans Ganyang
Koran SINAR PAGI, Bogor,- Indikasi pungli secara berjamaah ditubuh pt simone seakan sulit dibasmi dan abaikan instruksi KDM/Gubernur Jabar
Skandal gelap penerimaan karyawan PT. Simone selain kembali disoal juga membuat resah masyarakat pada umumnya, meskipun sudah ada pergantian “HRD” nampaknya hal dimaksud tidak membuat efek jera dan seakan kian menjadi-jadi.
Berdasarkan informasi dari narasumber kami yang dapat dipertanggung jawabkan, modus overandi yang dimaikan adalah dengan meminta berkas lamaran calon karyawan secara terselubung, apabila sudah dipetakan (acc) calon peserta diminta menyiapkan sejumlah kelengkapan berkas yang harus dipenuhi, salah satunya park clearing persuasahaan tertentu (ilegal) guna memuluskan modus overandi mereka, berikut sejumlah uang yang sudah mereka dengan nominal tertentu.
Lebih lanjut narasumber kami mengatakan, saat ini penerimaan karyawan ditubuh PT. Simone beragam modus overandi yang melibatkan berbagai pihak, selain keterlibatan HRD secara langsung via orang kepercayaanya, mulai dari karyawan ditubuh perusahaan hingga keterlibatan pihak lingkungan kian merajalela seakan ada pembiaran dan tidak tersentuh hukum.
Disinyalir, besarnya perputaraan uang dalam sistem penerimaan/recruitment calon karyawan menjadi lahan basah oleh sejumlah pihak (sabotase) demi kepentingan pribadi, dimana dalam prakteknya sangat terstruktur, terorganisir, sistematis dan masif, demi meraup pundi – pundi rupiah. Anehnya pihak lingkungan yang mendominasi alias cawe – cawe.
Meskipun sudah kami www.koransinarpagionline.com sikapi sebelumnya, tetapi nampaknya hal tersebut tidak membuat efek jera seakan kian meraja lela dan nyaris tanpa koreksi bagi para pihak yang berkompeten, sekalipun sudah disidak oleh Gubernur Jabar “KDM” sebelumnya, nampaknya tidak diindahkan.
Hingga berita ini kami publis, HRD PT. SIMONE yang berinisial “AR” belum terkonfirmasi meskipun sudah kami upayakan konfir tertulis via surat lansung seakan memilih bungkam.







Komentar