oleh

‎Dari Kandang Jatimekar, Kemandirian Peternak Mulai Tumbuh

-Ragam-36 Dilihat

Pewarta : Jeky Epsa.

‎koransinarpagionline.com | Sumedang – Tak ada yang istimewa dari aktivitas Sahna setiap pagi dan sore. Ia hanya memastikan domba-dombanya mendapatkan air minum yang cukup. Namun, dari rutinitas sederhana itulah sebuah proses besar sedang dibangun: kemandirian ekonomi keluarga.

‎Di kandang miliknya yang berada di Desa Cijeungjing, Kecamatan Jatigede, Sahna menjalani aktivitas sebagai peternak dengan penuh kedisiplinan. Dua kali sehari, kebutuhan dasar ternaknya diperiksa dan dipenuhi.

‎Bagi Sahna, merawat domba bukan sekadar pekerjaan rutin. Ternak yang sehat menjadi modal penting agar usaha yang dijalankannya bersama kelompok dapat terus berkembang.

‎Sahna merupakan salah satu peternak binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang tergabung dalam kelompok Balai Ternak Jatimekar. Melalui program pemberdayaan tersebut, para peternak tidak hanya mendapatkan dukungan ternak, tetapi juga diarahkan untuk memiliki kemampuan mengelola dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

‎Pendampingan menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Peternak didorong untuk memahami bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh berapa banyak ternak yang dimiliki, tetapi juga bagaimana ternak dirawat, dikelola, dan dikembangkan.

‎Kebiasaan Sahna memberikan air minum secara teratur menjadi salah satu gambaran sederhana tentang pentingnya kedisiplinan dalam pemeliharaan ternak.

‎Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, mengatakan bahwa pemberdayaan sejatinya bukan sekadar memberikan bantuan, melainkan menciptakan kemampuan agar penerima manfaat dapat berdiri dan berkembang secara mandiri.

‎“Yang kami dorong adalah kemandirian. Peternak harus memiliki kemampuan mengelola usahanya dengan baik, karena keberhasilan pemberdayaan pada akhirnya bukan hanya terlihat dari jumlah bantuan, tetapi dari bagaimana usaha tersebut bisa terus berjalan dan berkembang,” kata H. Ayi Subhan Hafas, Jumat (28/08).

‎Menurutnya, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten justru dapat menjadi fondasi bagi keberhasilan usaha peternakan.

‎“Semoga apa yang dilakukan Sahna bisa menjadi contoh bagi peternak binaan lainnya. Dengan perawatan yang baik, produktivitas bisa dipertahankan, kemudian usaha berkembang dan kesejahteraan keluarga ikut meningkat,” ujarnya.

‎Apa yang dilakukan Sahna mungkin terlihat sederhana. Namun, dari kandang Jatimekar, ada pesan yang lebih besar: bantuan akan memiliki arti ketika mampu melahirkan kemampuan, keterampilan, dan keberanian untuk terus berkembang.

‎Sebab pada akhirnya, tujuan pemberdayaan bukan membuat seseorang terus bergantung pada bantuan, melainkan membangun jalan agar mereka mampu menciptakan penghidupan yang lebih mandiri.

‎Dan jalan itu, bagi Sahna, sedang dimulai dari kandang sederhana—dengan disiplin merawat ternak, satu rutinitas kecil setiap pagi dan sore.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *