oleh

Bupati Bandung Tidak Respon atas Kegiatan Rehab Monumen Perjuangan Kemerdekaan RI 1945 di Kp. Puncelin, Desa Alamendah

Pewarta : Tim Liputan Khusus

Koran SINAR PAGI, Kab. Bandung,- Ketua DPC. Jurnalis Independen Bersatu (Jitu) Kab. Bandung mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat beserta Bupati Bandung melalui panitia HUT Ke 81 tahun RI.  Ajakan tersebut untuk merawat dan melestarikan sejarah pahlawan kemerdekaan RI 1945, salah satunya Monumen Ayax EN drie Willem(A3W) Siluman Merah di Kp. Punceling, Desa Alamendah, Kec Ranca bali, Kab. Bandung.

Namun ajakan Ketua DPC JITU Kab. Bandung tidak direspon oleh Bupati Bandung. “Sangat menyayangkan sikap Bupati, padahal  ini salah satu monumen sejarah pahlawan kemerdekaan RI 1945 di Kab. Bandung yang perlu di Rawat dan di lestarikan,” ungkap Bandi

Seperti yang di kisahkan oleh AKI Muhidin salah satu anggota pasukan siluman merah, “Letjen TNI(Purn) Achmad Wiranatakusumah adalah Komandan Ayax EN drie Willem (A3W) siluman merah adalah putra Raden Adipati Aria(R.A.A.) Haji Muharam Wiranatakusumah, Seorang putra Dalem Bandung yang gagah berani melawan pasukan Gurka Belanda, pada tahun 1946/1949 pernah terjadi kontak senjata di Citarum, Katapang, Cincin, Soreang, Gunung Sadu, Gambung, Pasir jambu, Ciwidey berakhir di kp. Punceling Desa Alamendah, Kec. Rancabali, Kab Bandung.

“Ini salah satu monumen sejarah yang perlu kita jaga, dirawat dan dilestarikan,” tutur AKi Muhidin.

Bandi Sobandi Ketua DPC Jurnalis Independen Bersatu (Jitu) Kab. Bandung sangat kecewa, tidak  direspon kegiatan rehab monunen perjuangan  Kab. Bandung oleh Bupati Bandung, “padahal ajakan tersebut selain merawat dan melestarikan agar monuman A3W menjadi peninggalan sejarah perjuangan, untuk dikenang oleh generasi penerus dimasa yang akan datang,” pungkasnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *