Pewarta : Euis Niki
Koransinarpagionline.com | MAJALENGKA – Ketua DPD KNPI Kabupaten Majalengka Anto Febrianto melontarkan pesan tegas kepada generasi muda. Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah perubahan ekonomi dan dinamika kebijakan publik.
Pesan tersebut mengemuka dalam Diskusi Publik KNPI Majalengka bersama FISIP Universitas Majalengka (UNMA) yang berlangsung di Auditorium Universitas Majalengka, Sabtu (8/8/2026).
Mengangkat tema “Navigasi Kebijakan Publik : Mengurai Efek Berantai Ekonomi dan Memperkuat Resiliensi Masyarakat”, forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah, legislatif, akademisi, BPS dan kepemudaan untuk membedah persoalan ekonomi dari berbagai perspektif.
Sorotan utama mengarah pada kemandirian ekonomi dan keberanian pemuda menyampaikan pendapat. Anto Febrianto menegaskan, generasi muda harus mulai membangun kemandirian ekonomi dengan berani menciptakan peluang, termasuk melalui usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Menurutnya, masa depan pemuda tidak boleh sepenuhnya bergantung pada tersedianya lapangan pekerjaan. Generasi muda juga harus memiliki keberanian menjadi pencipta peluang.
“Pemuda harus mandiri secara ekonomi dan berani memulai usaha,” menjadi salah satu pesan utama Anto dalam sesi wawancara seusai rangkaian kegiatan.
Gagasan tersebut tidak berhenti sebagai wacana. KNPI Majalengka tengah menyiapkan sejumlah agenda yang diarahkan untuk membuka ruang ekonomi sekaligus meningkatkan kapasitas pemuda.
Di antaranya Job Fair dan KNPI Fest Vol. 2 yang direncanakan berlangsung pada September 2026. Job Fair diharapkan menjadi jembatan antara pencari kerja dan dunia usaha, sedangkan KNPI Fest dapat menjadi ruang bagi pelaku UMKM muda untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan produk dan gagasan mereka.
Selain membuka akses terhadap peluang kerja dan usaha, KNPI juga menyiapkan program peningkatan keterampilan melalui rencana kolaborasi dengan DPR RI. Salah satu program yang direncanakan adalah pelatihan barista dengan target pelaksanaan pada Agustus atau September 2026.
Bagi KNPI, keterampilan menjadi modal penting agar pemuda tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kemampuan praktis yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan.
Anto juga menyoroti persoalan kebebasan pemuda dalam menyampaikan pendapat. Ia menegaskan bahwa pemuda memiliki ruang untuk bersikap kritis terhadap pimpinan maupun kebijakan pemerintah.
Kritik, menurutnya, tidak seharusnya langsung dipandang sebagai upaya menjatuhkan. Kritik yang disampaikan secara konstruktif justru dapat menjadi bagian dari kontrol sosial sekaligus masukan bagi pengambil kebijakan.
Hal yang sama berlaku di media sosial. Pemuda tetap memiliki ruang untuk menyampaikan kritik dan ekspresi, tetapi kebebasan tersebut harus disertai tanggung jawab, etika dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
Sementara itu, Diskusi Publik KNPI bersama FISIP UNMA juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami persoalan ekonomi dan kebijakan publik secara lebih luas.
Ketua Pelaksana Faisal Ramdani menekankan harapan agar kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi peserta sekaligus menjadi ruang pertukaran gagasan yang produktif.
Ketua Umum Administrasi Publik Adi Rahman turut menyoroti pentingnya memahami kebijakan ekonomi dari berbagai perspektif agar peserta memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai persoalan yang berkembang di masyarakat.
Dari jajaran Dekanat FISIP, Syamsul Arif Bilah mendorong mahasiswa agar tidak hanya memahami teori di ruang kuliah, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial dan ekonomi yang terjadi di lingkungan sekitar.
Mahasiswa juga didorong memperkuat kemampuan mengolah data dan literasi media. Di tengah derasnya arus informasi media sosial, kemampuan menyaring informasi menjadi semakin penting agar generasi muda mampu membedakan informasi yang benar dan keliru sebelum mengambil sikap.
Rektor Universitas Majalengka Dr. H. Otong Syuhada turut hadir dalam rangkaian pembukaan kegiatan tersebut.
Forum tersebut juga menghadirkan unsur pemerintahan, BPS, akademisi dan pakar ekonomi untuk mempertemukan perspektif kebijakan, data, kajian akademik serta kepentingan generasi muda.
Diskusi publik ini akhirnya membawa pesan yang lebih luas. Pemuda tidak cukup hanya kritis, tetapi juga harus produktif, mandiri dan mampu menciptakan solusi.
Ketika lapangan kerja menjadi tantangan dan kondisi ekonomi terus bergerak, keberanian memulai usaha menjadi sama pentingnya dengan keberanian menyampaikan kritik.
Rencana Job Fair, KNPI Fest Vol. 2 dan pelatihan keterampilan menjadi langkah yang disiapkan KNPI Majalengka untuk menerjemahkan gagasan tersebut ke dalam program nyata.
Dari Auditorium UNMA, pesan itu semakin jelas, pemuda jangan hanya menunggu pekerjaan, tetapi berani menciptakan peluang. Jangan takut mengkritik, tetapi tetap menjunjung etika dan tanggung jawab.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan selawat, doa dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.








Komentar