oleh

‎BAZNAS RI dan BAZNAS Sumedang Satukan Langkah, Hadirkan Asrama Layak bagi Santri

-Ragam-8 Dilihat

Pewarta : Jeky Epsa

‎koransinarpagionlie.com | SUMEDANG — Di balik rutinitas mengaji, belajar, dan menuntut ilmu di pesantren, ada kebutuhan sederhana yang kerap luput dari perhatian: tempat tinggal yang aman dan nyaman.

‎Tidak semua santri beruntung belajar di lingkungan pesantren dengan fasilitas yang memadai. Sebagian masih harus tinggal di asrama yang membutuhkan perbaikan, baik karena kerusakan bangunan maupun keterbatasan sarana pendukung.

‎Kondisi inilah yang menjadi perhatian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) 2026.

‎Tahun ini, sebanyak 700 pesantren di seluruh Indonesia mendapat kesempatan memperoleh bantuan stimulan sebesar Rp25 juta untuk mendukung renovasi asrama santri.

‎Pendaftaran dibuka pada 16–30 September 2026.

‎Program tersebut ditujukan bagi pesantren yang memenuhi sejumlah kriteria, di antaranya terdaftar di Kementerian Agama, memiliki Nomor Statistik Pesantren, mempunyai santri mukim, serta memiliki kondisi asrama yang mengalami kerusakan ringan atau sedang dan membutuhkan sarana pendukung.

‎Perhatian juga diberikan kepada pesantren yang melayani santri dari keluarga miskin, yatim, penyandang disabilitas, mualaf, maupun kelompok rentan lainnya.

‎Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang H. Ayi Subhan Hafas mengatakan, dukungan terhadap fasilitas pesantren pada hakikatnya merupakan investasi terhadap masa depan para santri.

‎“Anak-anak yang belajar di pesantren adalah bagian dari generasi penerus. Mereka membutuhkan tempat belajar dan tempat tinggal yang aman serta nyaman. Karena itu, kami sangat mendukung program ini,” ungkapnya, Jum’at (18/09).

‎Menurut H. Ayi, pembangunan pesantren tidak hanya berbicara mengenai fisik bangunan, tetapi juga menciptakan suasana yang mendukung tumbuhnya ilmu, karakter, dan harapan para santri.

‎“Ketika asramanya lebih layak, santri bisa lebih tenang beristirahat dan belajar. Dari sana kita berharap lahir generasi yang berilmu, berakhlak, dan nantinya memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

‎Ia juga mengapresiasi semangat BAZNAS RI dalam mengelola amanah zakat agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

‎“Zakat harus terus dihadirkan sebagai kekuatan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Program Pesantren Nyaman Belajar ini menunjukkan bahwa zakat dapat hadir dalam bentuk yang nyata dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.****

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *