oleh

Ketua PWOIN Kota Depok Beni Garungan Bantah Isu Amplop Rp200 Ribu di Coffee Morning BPN: Berita Tidak Benar dan Menyesatkan

Pewarta : Anis

Koran SINAR PAGI, DEPOK,- Beredarnya satu pemberitaan yang menyebutkan adanya pemberian uang Rp200 ribu per wartawan dalam kegiatan Coffee Morning Kantor Pertanahan Kota Depok, Selasa (15/09/2026), dibantah tegas oleh insan pers Kota Depok.

Ketua Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (PWOIN) Kota Depok, Beni Garungan, menyatakan berita tersebut tidak benar, tidak berdasar, dan berpotensi menyesatkan publik serta mencoreng nama baik institusi dan wartawan.

Saya tegaskan, berita yang menyebutkan wartawan menerima uang Rp200 ribu di acara Coffee Morning BPN Depok itu tidak benar. Itu fitnah dan sangat menyesatkan,” ujar Beni Garungan di Balawai Wartawan (Balwan)Rabu (16/09/2026).

Beni yang hadir langsung dalam forum “Ruang Terbuka Bersama Media” tersebut menjelaskan, suasana kegiatan sangat terbuka dan profesional. Tidak ada pembagian amplop atau uang transport seperti yang dinarasikan.
Menurutnya, kegiatan tersebut murni forum diskusi antara Kepala Kantor BPN Kota Depok, Budi Jaya, dengan puluhan wartawan untuk membangun sinergi pemberitaan pertanahan yang akurat dan berimbang.

Saya hadir dari awal sampai akhir. Tidak ada pembagian uang Rp200 ribu. Yang ada hanya diskusi serius soal pelayanan pertanahan, program balik nama 10 hari, dan pembagian 6 wilayah layanan. Jadi kalau ada yang mengaku dan menyebut dapat uang, itu siapa? Harus jelas wartawan dari mana,”tegasnya.
Beni menduga informasi tersebut sengaja digoreng oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk merusak hubungan baik yang selama ini terjalin antara BPN Depok dengan media.

Pola pemberitaannya sangat tendensius. Langsung menghitung-hitungan Rp6 juta sekali acara, Rp72 juta setahun, tanpa ada bukti kuitansi, foto amplop, atau sumber yang jelas. Ini bukan jurnalisme, ini penggiringan opini,” katanya.

Terkait narasi yang menyebut Humas BPN Kota Depok, saudari Desi, memilih berlalu dan bungkam saat dikonfirmasi, Beni juga meluruskan.

Ia menyebut saat kegiatan usai, Humas memang sedang sibuk mengatur agenda lanjutan dan pelayanan tamu, bukan menghindar.

Humas BPN, Mbak Desi, itu komunikatif. Wartawan yang butuh konfirmasi selalu dilayani. Jangan karena satu momen tidak sempat menjawab, lalu ditulis bungkam dan menimbulkan pertanyaan. Itu framing yang tidak fair,”jelasnya.

Beni mengingatkan, Kantor Pertanahan Kota Depok saat ini menjadi satu-satunya di Jawa Barat yang ditunjuk Kementerian ATR/BPN sebagai proyek percontohan “Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari”. Seharusnya prestasi ini didukung, bukan justru diserang dengan isu amplop.

Ia juga mengingatkan rekan-rekan media untuk tetap berpegang pada UU Pers No. 40 Tahun 1999 tentang prinsip cover both side dan verifikasi.

Apa yang disampaikan Kepala BPN Budi Jaya kemarin sangat jelas, jangan sampai masyarakat dicekoki isu sepihak. Nah, berita soal uang Rp200 ribu ini contoh nyata isu sepihak yang tidak dikonfirmasi ke BPN maupun ke organisasi pers yang hadir,” ujarnya.

Kami di PWOIN Kota Depok menolak keras upaya-upaya pembusukan yang mencoba mengadu domba wartawan dengan BPN. Kalau memang ada bukti, tunjukkan. Jangan cuma katanya dan katanya,”pungkas Beni Garungan.

Hingga kini, pihak Kantor Pertanahan Kota Depok sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi, karena menilai kegiatan Coffee Morning berjalan sesuai prosedur kedinasan dan tidak ada pelanggaran anggaran seperti yang dituduhkan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *