oleh

‎H. Acep Dukung Penuh H. Ateng Sutisna, Munas HPDKI 2026 Harus Berdampak bagi Peternak

-Ragam-29 Dilihat

Pewarta ; Jeky Epsa

‎koransinarpagionline.com | SUMEDANG — Menjelang Musyawarah Nasional Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (Munas HPDKI) 2026, perhatian terhadap masa depan peternakan rakyat terus mengemuka. Forum tertinggi organisasi tersebut dinilai tidak cukup hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi harus mampu melahirkan program kerja yang nyata dan terukur.

‎Ir. H. Ateng Sutisna, MBA yang juga anggota DPR RI Komisi 12 Fraksi PKS, menyatakan kesediaannya maju sebagai calon Ketua Umum HPDKI periode 2026–2031, mendorong agar Munas menghasilkan mandat sekaligus kontrak kerja yang berorientasi pada peningkatan pendapatan peternak, produktivitas, kesehatan ternak, kepastian pasar, hingga regenerasi peternak rakyat.

‎Menurut H. Ateng, subsektor domba dan kambing saat ini berada pada momentum penting. Peternakan rakyat tidak lagi seharusnya dipandang sebatas usaha subsisten atau tabungan keluarga di pedesaan, melainkan bagian strategis dari ketahanan protein, kedaulatan pangan, dan penguatan ekonomi kerakyatan nasional.

‎Gagasan tersebut mendapat dukungan dari H. Acep Hidayat Komarudin anggota DPRD Kabupaten Sumedang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang juga duduk di Komisi II dengan salah satu bidang yang berkaitan dengan peternakan.

‎Acep menilai, arah perjuangan HPDKI ke depan harus benar-benar menyentuh kebutuhan peternak di lapangan. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan peternak harus menjadi indikator utama keberhasilan organisasi.

‎“Saya mendukung gagasan agar Munas HPDKI tidak hanya berbicara soal siapa yang menjadi ketua umum, tetapi juga apa yang akan dikerjakan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak. Peternak harus mendapatkan kepastian usaha, akses pasar, peningkatan produktivitas, serta dukungan terhadap kesehatan dan pengembangan ternak,” ujar Acep, Selasa (15/09).

‎Ia menambahkan, penguatan subsektor domba dan kambing juga memiliki potensi besar untuk mendorong ekonomi masyarakat, khususnya di daerah yang memiliki basis peternakan rakyat.

‎“Kalau peternak kuat, ekonomi masyarakat juga ikut bergerak. Karena itu, saya melihat gagasan dan komitmen H Ateng Sutisna untuk membawa HPDKI ke arah yang lebih produktif dan berorientasi pada kesejahteraan peternak merupakan langkah yang patut didukung,” katanya.

‎Acep berharap Munas HPDKI 2026 dapat menjadi momentum konsolidasi besar untuk menyatukan peternak, pelaku usaha, pemerintah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

‎Menurutnya, HPDKI harus mampu menjadi wadah perjuangan yang tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam membangun ekosistem peternakan domba dan kambing yang lebih kuat, modern, dan berkelanjutan.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *