Masuk ke Kompleks Masjid Al Aqsa, Menteri Israel Serukan Bangun Sinagoge
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, kembali menerobos masuk ke Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki. Ben-Gvir menyerukan agar sebuah kuil Yahudi dibangun di lokasi tersebut. Dilansir Al Jazeera, Ben-Gvir memasuki kompleks tersebut dengan perlindungan pasukan pendudukan Israel. Ben-Gvir tampak didampingi sejumlah rabi hingga personel keamanan. Politisi sayap kanan ini telah beberapa kali melakukan aksi provokatif semacam itu. Kantor berita Palestina Wafa melaporkan Ben-Gvir melakukan doa dan ritual Talmud di bagian timur halaman masjid. Sementara menurut pengaturan status quo yang berlaku sejak 1967, non-Muslim tidak diperbolehkan melakukan ibadah atau doa, meskipun orang Yahudi diizinkan untuk mengunjungi kompleks tersebut. (https://news.detik.com/internasional)
Ini adalah konsekuensi logis dari sistem negara-bangsa (nation-state) dan absennya otoritas politik Islam yang menyatukan kekuatan kaum Muslimin untuk mengusir penjajah Zionis. Dalam sistem nation-state, kaum Muslimin terbagi ke dalam negara-negara yang memiliki batas wilayah, kepentingan nasional, dan otoritas politik masing-masing. Akibatnya, persoalan Palestina sering diposisikan sebagai urusan negara tertentu, bukan sebagai persoalan seluruh umat Islam. Persoalan Palestina cenderung diperlakukan sebagai persoalan yang harus ditangani oleh PBB melalui mekanisme diplomasi antarnegara. Akibatnya, meskipun kaum Muslimin memiliki ikatan akidah yang sama, kekuatan politik dan militernya tidak berada di bawah satu otoritas yang memiliki kebijakan bersama, kondisi tersebut menunjukkan kelemahan akibat politik umat Islam kekuatan besar yang tersebar tidak menjadi kekuatan politik yang terpadu.
Begitulah keadaan kaum muslim yang hidup di bawah aturan kaum kafir penjajah yang tergabung dalam PBB. Penderitaan mereka tidak dianggap sebagai kenyataan yang membutuhkan solusi cepat dan manusiawi. Hancurnya kehidupan kaum muslim Palestina hanya berhenti sebagai data yang dikumpulkan untuk digolongkan sebagai kejahatan kemanusiaan semata sedangkan pelaku kejahatannya tidak pernah ditindak tegas. Kenyataan yang paling menyayat hati adalah ketidakpedulian para penguasa muslim atas penderitaan saudara seimannya. Padahal mereka adalah negara-negara dengan kekuatan militer yang sudah diperhitungkan dunia. akan tetapi mereka masih saja sibuk dengan urusan dalam negeri mereka masing-masing. Ikatan ukhuwah di antara mereka telah menguap tak bersisa hal ini karena mereka masih memiliki ketergantungan ekonomi-politik dengan negara-negara pendukung Zionis.
Maka tidak ada solusi lain untuk kembali menghargai warga Palestina sebagai manusia yang memiliki hak hidup dengan aman dan damai kecuali dengan menyadarkan umat ini bahwa mereka adalah umat yang satu. Bahwa kewajiban untuk melindungi jiwa setiap muslim itu tidak berhenti hanya sebatas sebagai pengetahuan yang dihafal tapi perlu diwujudkan. Untuk itu dibutuhkan sebuah institusi yang mengikat mereka secara hukum yaitu dengan mendirikan Daulah Khilafah Islamiyah sebagai negara Islam yang menjalankan semua syariat Allah Swt. dalam mengatur kehidupan ini. Umat Islam juga harus sadar bahwa haram bagi mereka melakukan kerja sama dengan negeri-negeri kafir apalagi menjadi penopang energi militer negeri kafir itu untuk membantai saudara seimannya sendiri.
Bila negara dengan sistem Islam ini telah berdiri maka tidak ada lagi hukum buatan manusia yang dijalankan. Saat itu satu-satunya hukum yang dijalankan adalah hukum Allah Swt. maka dengan penuh kesadaran semua negara yang menjadi anggotanya akan bersatu, bersama-sama menolong saudara muslim yang ditindas oleh kaum kafir penjajah karena sesungguhnya kaum kafir penjajah itu sangat lemah, mudah ditumbangkan. Bahkan jumlah tentara & alat perang kaum muslimin jauh lebih banyak karena tentara negeri muslim terdiri dari sekitar 57 negara dengan alat perang yang jauh lebih canggih daripada milik Amerika dan Israel.
Persatuan tentara muslim dapat dengan mudah mengusir penjajah yang selama ini meluluhlantakkan tanah mulia itu, menumpahkan darah, air mata serta menjatuhkan kehormatan warganya dan sekarang dengan penuh kepongahan berencana mengusir penduduk asli Gaza dari tanah kelahirannya sendiri. Di hadapan para tentara jihad itu tentara Amerika dan Israel tak ubahnya seperti debu yang tertiup angin. Tidak ada gentar dalam hati mereka karena jihad ini adalah bukti pengorbanan tertinggi mereka pada sesama muslim yang bernilai pahala sangat tinggi. Kalaupun mereka tewas dalam pertempuran maka syahid adalah hadiah terindah yang mereka nanti
Tidak hanya itu khilafah juga akan mengonsolidasikan penggunaan sumber daya minyak dan gas yang ada sebagai basis perlawanan militer-ekonomi untuk membebaskan Palestina. Dengan begitu kemenangan kaum muslimin sangat masuk akal. Maka jangan buang waktu, segeralah bersatu untuk mengembalikan kemuliaan umat Muhammad Saw ini.
Wallahu ‘Alam Bishowwab








Komentar