oleh

‎H. Ayi Subhan Hafas: Pesantren Nyaman, Generasi Santri Makin Berkualitas

Pewarta : Jeky Epsa

‎koransinarpagionline.com | SUMEDANG — Kenyamanan tempat belajar menjadi bagian penting dalam membentuk kualitas pendidikan para santri. Hal inilah yang menjadi perhatian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Agama RI melalui Program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) 2026.

‎Melalui program tersebut, BAZNAS RI menyalurkan bantuan sebesar Rp17,5 miliar untuk meningkatkan kelayakan sarana pendidikan dan hunian santri di 700 pesantren yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

‎Program PNB merupakan bagian dari 13 Program Prioritas BAZNAS 2026–2031. Bantuan diarahkan untuk mendorong terciptanya lingkungan pesantren yang lebih layak, sehat, aman, dan nyaman sehingga santri dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal.

‎Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan program tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menjadikan dana zakat sebagai instrumen strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang layak bagi santri.

‎Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, Kamis (17/9), menyambut baik hadirnya program tersebut.

‎Menurutnya, perhatian terhadap kelayakan lingkungan pesantren merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memberikan ruang tumbuh yang lebih baik bagi para santri.

‎“Pesantren bukan hanya tempat belajar ilmu agama, tetapi juga tempat membentuk karakter dan masa depan generasi muda. Karena itu, lingkungan belajar yang aman, sehat dan nyaman tentu sangat penting. Zakat harus bisa dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat, termasuk para santri yang membutuhkan,” ujar H. Ayi.

‎Ia menilai semangat gotong royong yang dibangun melalui PNB perlu terus diperkuat, sehingga semakin banyak pesantren yang memiliki sarana pendidikan dan hunian yang layak.

‎Program ini memprioritaskan pesantren yang memiliki sedikitnya 35 persen santri dhuafa, pesantren yang melayani kelompok rentan, serta pesantren di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) maupun kawasan rawan bencana.

‎Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan PNB bukan sekadar program renovasi asrama. Program tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pesantren yang ramah anak, sehat, aman dan nyaman.

‎Untuk memenuhi kebutuhan pesantren yang masih sangat besar, Kementerian Agama mendorong kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, organisasi kemasyarakatan Islam, LAZ, UPZ, dunia usaha, pemerintah daerah, muzaki dan masyarakat.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *