Kontributor: Nur Fadilah
(Koran SINAR PAGI)-, Lebih dari 2.000 jemaah hadiri Haflah Akhirussanah, Khotmil Qur’an, Sima’an Al Qur’an 30 juz, dan Mujahadah Dzikrul Ghofilin yang diselenggarakan Madrasah Diniyah (Madin) Al Falah Karangkobar, Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, pada 2–3 Juli 2026. Kegiatan tahunan dalam rangka menyemarakkan bulan Muharram tersebut menjadi sarana syiar Al-Qur’an, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali pada Kamis (2/7/2026) sore dengan ziarah makam setempat. Malam harinya dilaksanakan Haflah Akhirussanah dan Khotmil Qur’an sebagai penanda berakhirnya proses pembelajaran santri sekaligus bentuk apresiasi atas capaian mereka selama menempuh pendidikan di Madrasah Diniyah Al Falah.

Kegiatan tersebut dihadiri Rais Syuriyah dan jajaran Tanfidziyah NU Ranting Sambirata, para alim ulama, kiai, sesepuh, Pengasuh dan Dewan Asatidz Madin Al Falah, Pemerintah Desa Sambirata, badan otonom (Banom) NU, santri beserta wali santri, mahasiswa KKN UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto, serta masyarakat dari berbagai wilayah sekitar.
Suasana berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan shalawat, penampilan para santri, serta doa-doa yang dipanjatkan menghadirkan nuansa religius. Wali santri tampak antusias menyaksikan putra-putrinya tampil di atas panggung, sementara masyarakat memenuhi area madrasah, masjid, hingga halaman sekitar lokasi kegiatan.
Ketua Panitia Haflah Akhirussanah, Ustadz Tartono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan acara.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan masyarakat Karangkobar yang telah memberikan kerja sama dan dukungannya. Semoga seluruh kebaikan ini menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Ustadz Tartono juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan acara merupakan buah dari semangat kebersamaan masyarakat yang terus terjaga.
Panitia mengaku terharu melihat keberanian para santri tampil di hadapan masyarakat. Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, pendidikan agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi penerus. Karena itu, ia berharap para orang tua terus mendampingi anak-anaknya dalam memanfaatkan teknologi secara bijak. Beliau berharap anak-anak tumbuh menjadi generasi saleh dan salehah, memiliki akhlak yang baik, serta mampu menyeimbangkan ilmu agama dan ilmu pengetahuan.
Ustadz Tartono juga mengajak masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan hari berikutnya berupa Sima’an Al-Qur’an 30 Juz dan Mujahadah Dzikirul Ghofilin sebagai ikhtiar bersama memohon keberkahan, keselamatan umat, bangsa, dan negara.

Mewakili wali santri, Abdul Munif menyampaikan rasa syukur atas dedikasi para pengasuh dan dewan asatidz Madin Al Falah dalam membimbing para santri.
“Alhamdulillah, anak-anak kami belajar membaca Al-Qur’an, mempelajari kitab, memahami tata cara salat, dan dibimbing memiliki akhlak yang baik. Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim, sehingga kami sangat bersyukur atas pendidikan yang diberikan Madin Al Falah,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Madrasah Diniyah Al Falah, Kyai Ragil Sukarmo, mengucapkan terima kasih kepada panitia, masyarakat, dan seluruh pihak yang telah bergotong royong mensukseskan kegiatan. Ia menjelaskan bahwa rangkaian acara tidak hanya berisi Haflah Akhirussanah dan Khotmil Qur’an, tetapi juga dilanjutkan dengan Mujahadah Dzikirul Ghofilin sebagai upaya menjaga kesinambungan sanad keilmuan para ulama.
Puncak Haflah Akhirussanah diisi Mauidhzah Hasanah sekaligus doa penutup oleh Pengasuh Madin Al Falah, Kiai Ali Maskur. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
“Jangan sampai seorang muslim jauh dari Al-Qur’an. Melihatnya, memegangnya, membacanya, mengucapkannya, hingga mendengarkannya merupakan amalan yang bernilai pahala. Sekolah formal dan pendidikan agama harus berjalan seiring agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak,” pesannya.
Kyai Ragil Sukarmo juga menjelaskan bahwa orang tua memperoleh pahala ketika mengantarkan anak-anak belajar Al-Qur’an. Doa anak yang saleh, termasuk bacaan Al-Qur’an yang dihadiahkan kepada kedua orang tua, menjadi amal yang terus memberikan manfaat. Pada kesempatan tersebut, tujuh santri Madin Al Falah mengikuti prosesi khataman Al-Qur’an.
Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan juga tidak terlepas dari dukungan masyarakat RW Karangkobar, Desa Sambirata, yang secara swadaya memberikan iuran, konsumsi, tenaga, serta berbagai bentuk bantuan lainnya. Semangat gotong royong tersebut menjadi bukti kuatnya kepedulian masyarakat terhadap keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada Jumat (3/7/2026) dengan Sima’an Al-Qur’an 30 Juz yang dimulai selepas salat Subuh hingga pukul 11.30 WIB. Pada malam harinya dilaksanakan Mujahadah Dzikrul Ghofilin yang dipimpin oleh KH Ahmad Shobri (Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Al Falah Mangunsari, Jatilawang, Banyumas) selaku imam mujahadah wilayah Kabupaten Banyumas. Dzikrul Ghofilin merupakan rangkaian wirid dan doa yang disusun para ulama sebagai ikhtiar memperkuat keimanan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta mendoakan keselamatan umat. Tradisi ini diselenggarakan secara bergilir setiap tahun di berbagai wilayah Banyumas sebagai ikhtiar memperkuat spiritualitas umat sekaligus menjaga kesinambungan sanad amaliah para ulama. Tahun 2026 ini, Madin Al Falah Karangkobar mendapat kehormatan menjadi tuan rumah.

Mujahadah tersebut dimeriahkan penampilan Grup Hadroh santri tahfidz Al Falah Mangunsari dan diikuti 1.000 santri tahfidz, anggota Majelis Dzikirul Ghofilin, santri Madin Al Falah Karangkobar, serta masyarakat umum. Kegiatan juga mendapat dukungan pengamanan dari TNI, Polri, Koramil, dan Banser Sambirata sehingga berlangsung tertib, aman, dan lancar.
Selain menjadi agenda tahunan, rangkaian kegiatan ini menjadi media mempererat hubungan antara ulama, madrasah, wali santri, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat. Nilai kebersamaan yang tercermin melalui semangat gotong royong menunjukkan bahwa pendidikan Al-Qur’an merupakan tanggung jawab bersama.
Rangkaian kegiatan ini juga mencerminkan keutamaan mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an sebagaimana sabda Rasulullah saw.: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Al-Bukhari No. 5027).
Di tengah derasnya arus perubahan zaman, semangat masyarakat Karangkobar dalam memuliakan Al-Qur’an melalui pendidikan, khataman, sima’an, dan mujahadah menjadi harapan lahirnya generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.







Komentar