oleh

PELNI Ambon Catat Ratusan Kunjungan Kapal Setiap Bulan, Layanan Kini Makin Digital

-Ragam-105 Dilihat

Pewarta : Anis

Koran SINAR PAGI, AMBON,- Aktivitas pelayaran di Maluku terus bergerak. PT PELNI Cabang Ambon mencatat lebih dari 100 kali kunjungan kapal setiap bulan di wilayah kerjanya. Angka ini jadi bukti bahwa peran PELNI masih sangat vital untuk menghubungkan antar pulau di Maluku dan Indonesia Timur.
Selain memperkuat armada, PELNI juga melakukan pembenahan layanan. Kini proses beli tiket dan kirim barang sudah berbasis digital agar lebih mudah dijangkau masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ridwan Mandaliko Kepala PT PELNI Cabang Ambon saat bertemu insan pers di Ambon.

Ia menyampaikan apresiasi kepada media yang selama ini membantu menyebarluaskan informasi kepada publik.
“Kami berharap hubungan baik ini terus berlanjut. Komunikasi dengan rekan media penting agar informasi pelayanan ke masyarakat Maluku bisa sampai dengan baik,” ucapnya.

PELNI Cabang Ambon berstatus cabang kelas I dengan cakupan kerja di Ambon, Banda, Saumlaki, dan Geser.
Untuk Pelabuhan Ambon, rata-rata ada 12 kapal yang beroperasi dengan frekuensi sandar 40 sampai 45 kali dalam sebulan.
Pelabuhan Saumlaki melayani 10–15 kunjungan, Banda 15–20 kunjungan, dan Geser sekitar 10 kunjungan per bulan.
“Jika diakumulasi, total kunjungan kapal di empat wilayah itu tembus lebih dari 100 kali setiap bulan,” jelasnya.
Ambon disebut memiliki armada paling beragam. Mulai kapal berukuran 500 GT hingga 3.000 GT beroperasi dari sini untuk melayani rute di Maluku dan kawasan timur.

PELNI juga tetap mengoperasikan kapal perintis untuk menjangkau daerah terpencil. Tahun ini ada 4 kapal yang aktif: Sabuk Nusantara 106, 105, 80, dan 71.
Sebelumnya Sabuk Nusantara 80 sempat menjalani docking di Sorong. Saat ini kapal tersebut sudah kembali beroperasi sehingga seluruh rute perintis berjalan normal.
Menyikapi permintaan masyarakat soal rute baru, Kepala Cabang menegaskan PELNI hanya menjalankan tugas dari pemerintah pusat.
“Jika ada usulan pembukaan rute atau pelabuhan singgah baru, Pemda bisa menyampaikannya ke Kementerian Perhubungan. Kami siap menjalankan sesuai penugasan yang diberikan,” ujarnya.

Transformasi digital jadi fokus PELNI saat ini. Masyarakat kini bisa membeli tiket melalui aplikasi PELNI Mobile. Pembayaran juga bisa lewat bank BCA, Mandiri, BNI, BRI, hingga gerai Indomaret dan Alfamidi.
Untuk pengiriman barang, PELNI sudah tidak pakai cara manual lagi. Semua proses dilakukan lewat aplikasi MyCargo.
“Dengan MyCargo, pemesanan dan pelacakan barang jadi lebih cepat dan transparan. Ini untuk memberi kemudahan bagi pengguna jasa kargo kami,” tutup Ridwan Mandaliko.
Dengan tingginya mobilitas kapal dan layanan yang terus diperbarui, PELNI Cabang Ambon berkomitmen menjaga konektivitas laut Maluku tetap lancar hingga ke pelosok.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *