Pewarta : Anis
Koran SINAR PAGI, SAPARUA TIMUR,- Suasana haru dan khidmat menyelimuti Negeri Siri Sori Islam, Kecamatan Saparua Timur, Sabtu (23/5/2026). Di tengah nyanyian adat dan doa para tetua, Syarifudin Pattisahusiwa resmi dilantik sebagai Raja Negeri Siri Sori Islam.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, yang hadir langsung menyampaikan bahwa momen ini lebih dari sekadar seremonial. Bagi orang Maluku, ini adalah peneguhan kembali jati diri.
“Hari ini, kita tidak hanya melantik seorang raja, tetapi juga meneguhkan kembali marwah negeri, menyambung warisan leluhur, dan memelihara nafas peradaban orang Maluku yang berdiri kokoh di atas nilai persaudaraan, kehormatan, dan kearifan adat,” ujar Lewerissa di hadapan ratusan warga dan tamu undangan.
Dalam kosmologi Maluku, seorang raja memikul tanggung jawab besar. Gubernur menjelaskan, raja mengemban mandat negara berdasarkan undang-undang, mandat sebagai pemimpin adat, sekaligus mandat sebagai khalifah atau pemimpin umat.
“Pelantikan ini menjadi simbol kuat bahwa adat dan budaya Maluku tetap hidup, meski zaman terus berubah. Kita sedang menyatakan kepada dunia bahwa Maluku tetap berdiri tegak dengan kekayaan adat, nilai, dan kearifan leluhur yang terus hidup dalam semangat orang basudara,” tegasnya.
Lewerissa mengajak seluruh masyarakat untuk merawat nilai _Siwalima_ dan memperkuat persaudaraan sebagai pondasi kehidupan sosial di Maluku. Ia juga memberi apresiasi pada warga Siri Sori Islam yang dinilai menjalani proses penetapan raja dengan santun dan damai.
“Ini menjadi contoh baik dan teladan bagi negeri-negeri lain di Provinsi Maluku,” ungkapnya.
Kepada Raja Syarifudin Pattisahusiwa, Gubernur berpesan agar memimpin dengan bijaksana, tanggap terhadap perubahan zaman, dan selalu menjunjung tinggi hukum serta martabat adat.
“Saya berharap Upu Latu bersama perangkat Saniri Negeri harus tanggap sekaligus bijak dalam menyikapi perubahan zaman. Hindarilah penyalahgunaan kewenangan yang berujung pada ranah hukum,” pesannya.
Lewerissa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku untuk terus memperkuat negeri-negeri adat sebagai pusat jati diri dan roh kebudayaan Maluku.
“Di sanalah bersemayam jati diri, kehormatan, dan roh kebudayaan orang Maluku,” katanya.
Acara pelantikan turut dihadiri Anggota DPD RI Bisri Assidik Latuconsina, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto, serta para kepala daerah, tokoh adat, agama, pemuda, dan perempuan dari seluruh Maluku.
Mengakhiri sambutan, Gubernur mengajak seluruh warga Siri Sori Islam bersatu mendukung pemerintahan raja yang baru demi keamanan, ketertiban, dan pembangunan negeri yang berkeadilan.
“Semoga menjadi pemimpin yang amanah, adil, pengayom, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Negeri Siri Sori Islam,” tutup Lewerissa.







Komentar