(Koran SINAR PAGI)-, Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) resmi didirikan pada 29 Maret 1946 (bertepatan dengan 26 Rabiul Akhir 1365 H) di Purwokerto, Jawa Tengah. Kota ini menjadi saksi lahirnya badan otonom perempuan NU yang awalnya bernama Nahdlatul Ulama Muslimat (NUM), dengan ketua pertamanya yaitu Nyai Chodijah Dahlan.
Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah, Prof. Dr. Ismawati Hafidz, M.Ag., menghadiri dan memberikan pengarahan dalam forum Konferensi Cabang (Konfercab) Muslimat NU Banyumas yang digelar pada Ahad, 7 Juni 2026.
Dalam pengarahannya, Prof. Dr. Ismawati Hafidz, M.Ag., menyampaikan bahwa Kabupaten Banyumas, khususnya Purwokerto, memiliki ikatan sejarah yang kuat sebagai tempat lahirnya organisasi Muslimat NU.
“Bumi Banyumas adalah tempat lahirnya Muslimat NU. Oleh karena itu, tempat lahir ini harus bisa menjadi teladan bagi seluruh daerah lain. Adab harus lahir di bumi Purwokerto, sebagai tempat lahirnya Muslimat NU,” ujar Hj. Ismawati.
Ia menambahkan bahwa dengan status sebagai daerah asal tersebut, Cabang Muslimat NU di daerah lain harus mencontoh Muslimat NU Banyumas. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya para kader untuk selalu menghiasi diri dengan akhlak yang baik.
Di samping membahas sejarah organisasi, Prof. Dr. Ismawati Hafidz, M.Ag., juga memberikan penegasan mengenai orientasi kepengurusan dan motivasi dalam berorganisasi.
“Di Muslimat itu tempat cari pengabdian, bukan cari jabatan. Jika tidak sanggup mengabdi, jangan jadi ketua Muslimat NU,” tegasnya di hadapan seluruh peserta konferensi.
Konfercab ini mengagendakan laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya serta pemilihan ketua dan tim formatur untuk menyusun kepengurusan Muslimat NU Banyumas masa khidmah berikutnya.
Pada puncak Konferensi Cabang (Konfercab) Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Banyumas akhirnya menetapkan Hj. Suhartiningsih sebagai Ketua PC Muslimat NU Banyumas masa khidmat 2026-2031. Penetapan tersebut berlangsung dalam sidang Konfercab yang digelar pada Ahad (7/6/2026) di Gedung Muslimat, Kauman Lama, Purwokerto.

Ketua Konfercab, Hj. Rofingah, mengatakan keputusan tersebut telah ditetapkan dalam forum resmi yang dipimpin langsung oleh Ketua PW Muslimat NU Jawa Tengah, Prof. Hj. Isnawati, M.Ag.
“Saya konfirmasi ke Ketua PW Muslimat NU Jawa Tengah, Prof. Hj. Isnawati, M.Ag yang memimpin jalannya sidang. Sudah ditetapkan, ketua terpilih Hj. Suhartiningsih,” kata Rofingatun saat wawancara bersama nubanyumas.com.
Sebelum penetapan dilakukan, Konfercab sempat diwarnai dinamika dalam proses penjaringan bakal calon ketua. Berdasarkan informasi yang berkembang di arena konferensi, muncul dua nama yang memperoleh dukungan dari Pengurus Anak Cabang (PAC), yakni Hj. Suhartiningsih dan Hj. Khasanatul Mufidah.
Dalam proses dukungan awal tersebut, Hj. Khasanatul Mufidah disebut memperoleh dukungan dari 12 PAC, sedangkan Hj. Suhartiningsih mendapatkan dukungan dari 9 PAC. Namun demikian, tahapan berikutnya tetap mengacu pada ketentuan organisasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD PRT) Muslimat NU.
Merujuk BAB XX Pasal 78 tentang ‘Ketua Organsasi’ pasal 1 PD PRT Muslimat NU. Disebutkan bahwa, ‘Seseorang dapat dipilih menjadi ketua, setelah menjadi pengurus harian pimpinan Muslimat NU’. Dari dua nama yang muncul, hanya Hj. Suhartiningsih yang dinyatakan memenuhi persyaratan tersebut.
Menurut Rofingatun, PW Muslimat NU Jawa Tengah kemudian mengambil langkah musyawarah dengan mempertemukan kedua tokoh yang mendapatkan dukungan PAC sebelum proses pemilihan dilanjutkan.
“Hasil pertemuan tersebut, Hj. Khasanatul Mufidah menyatakan mundur dari pencalonan demi kepentingan Muslimat NU dan terselenggaranya konferensi yang bermartabat. Dengan demikian, forum kemudian menetapkan Hj. Suhartiningsih sebagai Ketua PC Muslimat NU Banyumas masa khidmat 2026-2031,” ujarnya.
(Sumber informasi dilansir dari Nubanyumas.com)








Komentar