Pewarta : Anis.
Koran SINAR PAGI, DEPOK,- Rumah Sakit Universitas Indonesia RSUI menggelar seminar medis bertajuk “Pendekatan Multidisiplin dalam Penanganan Celah Bibir dan Lelangit: Peran Deteksi Dini Prenatal hingga Tata Laksana Holistik pada Balita”. Acara berlangsung di Auditorium Lantai 4 Gedung Anggeli RSUI, Sabtu 6/6/2026.
Seminar ini menjadi ruang temu para tenaga kesehatan untuk memperkuat pemahaman dan kolaborasi dalam menangani salah satu kelainan bawaan paling umum pada anak.
Seminar dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, dr. Devi Mayrer, MKM. Dalam sambutannya, dr. Devi menekankan bahwa penanganan celah bibir dan lelangit tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu profesi.
“Diperlukan kolaborasi lintas profesi untuk mendukung deteksi dini, tata laksana yang tepat, serta pendampingan berkelanjutan bagi pasien. Ini demi kualitas hidup anak dan keluarga ke depan,” tegas dr. Devi.
Celah bibir dan lelangit merupakan kondisi bawaan yang membutuhkan perawatan jangka panjang. Rangkaian penanganannya meliputi diagnosis, tindakan bedah, perawatan gigi, terapi wicara, hingga pemantauan tumbuh kembang.
RSUI menghadirkan deretan narasumber dari berbagai bidang ilmu. Peserta yang hadir terdiri dari dokter, dokter gigi, dan bidan dari berbagai fasilitas kesehatan.
Para pakar yang berbagi materi antara lain:
1. Dr. drg. Dwi Ariyuni, MARS, Sp. BM-K- Dokter Bedah Mulut dan Maksilofasial
2. Prof. Norifumi Nakamur, DDS, Ph.D – Pakar Celah Bibir dan Lelangit Internasional
3. drg. Muhammad Suleyman Kusuma Adiwiry, MM., Sp. Ort-K – Ortodontis
4. drg. Amrita Widyagarini, Sp. KGA., K-AIBK., Ph.D – Dokter Gigi Anak
5. dr. Natasya Prammeswari, Sp.OG – Dokter Spesialis Kandungan
6. dr. Rylie Armilia, Sp.A – Dokter Spesialis Anak
7. dr. Amien Suharti, Sp. KFR – Dokter Rehabilitasi Medik
8. Ranu Muntazilah, AMd.Keb.,S.KM – Bidan
Materi yang dibahas sangat komprehensif. Mulai dari peran dokter kandungan dalam mendeteksi faktor risiko sejak kehamilan, teknik bedah dan ortodontis, perawatan gigi anak, rehabilitasi medis, hingga dukungan psikososial bagi pasien dan
Sepanjang seminar, peserta aktif dalam sesi diskusi interaktif. Berbagai tantangan di lapangan dan perkembangan ilmu terbaru dibahas terbuka. Forum ini sekaligus menjadi tempat berbagi praktik baik pelayanan yang berpusat pada pasien.
Melalui kegiatan ini, RSUI menegaskan komitmennya sebagai rumah sakit pendidikan. Komitmen itu diwujudkan melalui pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta penguatan kerja sama multidisiplin.
Tujuannya satu: mewujudkan layanan kesehatan yang komprehensif dan berkualitas bagi masyarakat, khususnya anak-anak dengan kebutuhan khusus.








Komentar