Pewarta : Anis
Koran SINAR PAGI, DEPOK,- Majelis Taklim Balai Wartawan Kota Depok kembali menggelar pengajian rutin bulanan, Kamis (23/7/2026). Mengusung tema Bangun Kebersamaan, Raih Keberkahan , kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi insan pers sekaligus memperkuat nilai keagamaan.
Acara dibuka dengan pembacaan tahlil dan tahmid oleh Ustadz Salwani. Tausyiah disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Pancoran Mas, Ustadz Dedi Samsul Bahri, SHI. Hadir pula narasumber Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Kota Depok, Fathir Fajar Sidiq, Ph.D., serta perwakilan DPD Forkabi, DPP IKWI, dan anggota MT Balai Wartawan.
Ketua MT Balai Wartawan Kota Depok, Adie Rakasiwi, mengapresiasi kehadiran jamaah. Ia menyebut pengajian rutin ini bagian dari upaya memadukan nilai spiritual dan kebersamaan.
Baru-baru ini MT juga menggelar Camping Drone atau Tadabur Alam di Cibodas bersama komunitas Mural Depok dan DPD Forkabi sebagai bentuk kolaborasi lintas komunitas.
Adie menekankan pentingnya peran wartawan dalam mengangkat isu sosial. Salah satunya persoalan LGBTQ yang dinilai mulai menimbulkan keresahan di masyarakat Depok.
“Kita harus peka. Lewat tulisan di media masing-masing, mari kita tolak keras normalisasi LGBTQ Jika dibiarkan, nilai-nilai luhur Kota Depok bisa tergerus,” ujarnya.
Fathir Fajar Sidiq dalam pemaparannya menyebut pers sebagai pilar keempat demokrasi. Menurutnya, wartawan harus tetap ramah, solid, profesional, dan menjaga netralitas.
“Senjata wartawan adalah lensa, pena, dan video. Karya jurnalistik yang berkualitas bisa membangun peradaban dan mengubah cara pandang masyarakat,” kata Fathir.
Ia juga menyinggung kondisi dunia saat ini yang penuh ketidakpastian atau konsep BANI. Di tengah situasi itu, media dituntut menghadirkan informasi yang akurat, edukatif, dan mencerahkan.
Fathir turut mengupdate soal pendidikan di Depok. Pemkot terus mengawal program RSSG dan menyiapkan sekolah swasta gratis bagi siswa yang tidak tertampung di negeri. Program Beasiswa MAUNG juga sedang diproses dengan target 200 penerima dari keluarga desil 1-5.
Dalam tausiahnya, Ustadz Dedi menyoroti maraknya perceraian dan lemahnya pengawasan orang tua terhadap anak. Ia mengingatkan fenomena remaja keluyuran malam, berpakaian tidak pantas, hingga perilaku menyimpang.
“Peran keluarga sangat penting membina akhlak generasi muda. Perkuat pendidikan agama lewat majelis taklim sebagai benteng moral,” pesannya.
Ia juga mendorong majelis taklim di Depok segera mengurus Surat Keterangan Terdaftar agar pembinaan lebih terarah.
Pengajian ditutup dengan doa bersama oleh Ustadz Syahruddin El Fikri. Diharapkan MT Balai Wartawan terus menjadi wadah ukhuwah dan memberi kontribusi positif bagi dunia jurnalistik serta masyarakat Depok.








Komentar