oleh

HUT ke-27, Yeti Wulandari: “Beda Bendera, Satu Tujuan – Untuk Kota Depok

Pewarta : Anis

Koran SINAR PAGI, DEPOK,- Di usia 27 tahun, DPRD Kota Depok memilih merayakan dengan refleksi, bukan pesta. Pesannya sederhana: lupakan sekat fraksi, fokus urus rakyat.
Hal itu ditegaskan Wakil Ketua DPRD Kota Depok dari Fraksi Gerindra, Hj. Yeti Wulandari, saat peringatan hari jadi legislatif, Kamis (3/9/2026).

Alhamdulillah, tepat tanggal 3 September ini DPRD Kota Depok merayakan hari ulang tahunnya yang ke-27. Ini bukan perjalanan yang singkat. Di usia ke-27 ini kami berharap dapat banyak melakukan refleksi agar semakin mampu mengemban aspirasi masyarakat,” ujar Yeti.

Menurut Yeti, 27 tahun perjalanan DPRD Depok penuh dinamika. Ada perbedaan fraksi, partai, bahkan suku di dalamnya. Tapi itu bukan alasan untuk jalan sendiri-sendiri.
Tema tahun ini, Keragaman Nusantara, sengaja diangkat sebagai pengingat.
Walaupun kami berasal dari berbagai fraksi, berbagai bendera dan berbagai suku, tetapi demi kemajuan Kota Depok dan demi memperjuangkan aspirasi masyarakat, kami siap untuk bersatu,” tegasnya.
Bagi Yeti, perbedaan justru jadi kekuatan. Asal satu kompasnya sama: kepentingan warga Depok.

Yeti mengingatkan, jadi anggota DPRD bukan berarti kerja hanya saat rapat di gedung dewan.
Seluruh anggota DPRD Kota Depok merupakan representasi dari seluruh masyarakat yang ada di Kota Depok. Oleh karena itu, seluruh anggota DPRD harus selalu siap mengawal aspirasi masyarakat kapan pun dan di mana pun,” katanya.

Ia menilai kedekatan dengan warga adalah kunci. Agar kebijakan yang lahir tidak melenceng dan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.

Peringatan HUT juga diramaikan pemberian BK Award 2026 oleh Badan Kehormatan. Penghargaan diberikan kepada anggota DPRD dengan integritas dan kinerja terbaik.
Yeti menyambut baik. Ia berharap award ini jadi pemantik, bukan finish.
Selamat kepada para anggota DPRD Kota Depok yang menerima BK Award. Insyaallah penghargaan ini bisa menjadi contoh bagi anggota DPRD lainnya bahwa anggota DPRD Kota Depok mampu menjadi role model bagi masyarakat, baik dalam sikap, perilaku maupun tutur kata,” pungkasnya.

PR di Usia 27: Makin Dewasa, Makin Kolaboratif,
Memasuki usia ke-27, DPRD Depok dituntut lebih matang secara kelembagaan. Tapi yang lebih penting, kata Yeti, adalah semakin kuat membangun kolaborasi lintas perbedaan.

Dengan semangat persatuan dan keberagaman, DPRD berharap bisa melahirkan kebijakan yang benar-benar berpihak pada warga dan mendorong kemajuan Kota Depok.
Beda fraksi wajar. Beda pandangan wajar. Tapi kalau sudah bicara Depok, kita satu,”tutup Yeti.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *