Pewarta: Winsati Meilida
(Koran SINAR PAGI)-, Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kabupaten Bandung tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung H. Ramlan Rustandi, S.Ag., M.Si. di Aula MAN 1 Bandung yang berlokasi di Ciparay Kab. Bandung pada Senin (7/9/2026). Ajang kompetisi sains dan keilmuan ini diikuti oleh 2.480 peserta, yang merupakan siswa/siswi terbaik di sekolahnya masing-masing dari mulai jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga Madrasah Aliyah (MA) se-kabupaten Bandung, serta duabelas sekolah umum yang turut berpartisipasi.
H. Ramlan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada tuan rumah dan seluruh panitia penyelenggara, ia menekankan pentingnya evaluasi berkala agar kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi pembinaan siswa.
“Kegiatan ini harus nyata memberikan manfaat, sesuai dengan tagline Kemenag Berdampak. Apa yang kurang kita perbaiki, dan yang sudah baik kita tingkatkan bersama” ujar Ramlan.
Disamping itu, Ramlan juga menyampaikan apresiasi terhadap capaian kontingen Kabupaten Bandung yang berhasil meraih peringkat kelima pada ajang Porseni Tingkat Jawa Barat di Tasikmalaya. Dan memotivasi seluruh pihak untuk menargetkan prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.
Sementara itu dalam laporannya, Ketua Pelaksana OMI Tingkat Kab. Bandung H. Ceceng Ismail, S.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan ini mengusung tema “Islam, Sains dan Ekoteologi Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju”.
Menurut Ceceng, “OMI dilandasi oleh regulasi pendidikan nasional, termasuk penguatan manajemen talenta dan integrasi nilai moral spiritual berbasis kepedulian lingkungan”.
Pelaksanaan OMI 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yang dilaksanakan dibeberapa lokasi sentra (titik lokasi/tiklok).
Jenjang MA diikuti oleh 885 peserta/siswa dari 134 lembaga, meliputi enam bidang studi, dipusatkan di MAN 1 Bandung pada hari pertama.
Jenjang MTs diikuti oleh 792 peserta/siswa dari 225 lembaga, meliputi mata pelajaran IPA, IPS dan Matematika, tersebar di MTsN 1, MTsN 2 dan MTsN 3 Bandung, dilaksanakan pada hari ketiga. Jenjang MI diikuti oleh 803 peserta/siswa dari 237 lembaga, meliputi dua mata pelajaran, tersebar di empat lokasi yaitu MI Al-Musthofa Majalaya, MI Muhammadiyah Rancaekek, MI Al-Hikmah Bojongsoang, dan MI YUPI Soreang, dilaksanakan pada hari kedua.
Sementara Sekolah Umum diikuti oleh 77 peserta/siswa dari 12 sekolah umum (SD, SMP, SMA) yang turut berpartisipasi dalam ajang ini.
Dikatakan Ceceng bahwa jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Selain Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bandung, hadir pula Kasubag TU Kemenag Kab. Bandung H, Asep Saifullah, S.Ag., PLT Kasi Penmad Hj. Nana Rostyana, M.Ag., Ketua Pokjawas Madrasah, Kepala MAN 1 Bandung Dr. H. Yayat Sudrajat, S.Ag., M.M., M.Pd., para pengawas dan para Kepala Madrasah se Kabupaten Bandung.









Komentar