oleh

BAZNAS Majalengka Luncurkan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS Guna Meningkatkan Keterampilan dan Membuka Akses Kerja

-Ragam-32 Dilihat

Pewarta : Euis Niki

Koransinarpagionline.com | MAJALENGKA,
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka resmi meluncurkan Program Beasiswa Vokasi BAZNAS Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan membuka akses kerja bagi masyarakat dari kalangan mustahik.

Launching program tersebut berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK) Cakraningrat, Cikasarung, Majalengka, Senin (7/9/2026). Kegiatan dihadiri Bupati Majalengka, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, jajaran Forkopimda, Kepala Dinas K2UKM, Ketua KADIN, koordinator pabrik, Ketua Forum HRD, serta sejumlah tamu undangan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana mengatakan, program beasiswa vokasi tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk memberikan manfaat zakat yang lebih produktif sekaligus mendukung pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran.

“Alhamdulillah, kami mendapatkan amanah besar dari BAZNAS RI. Melalui sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka, kami menangkap peluang untuk membantu para calon tenaga kerja dari kategori mustahik agar memiliki keterampilan dan bisa mendapatkan pekerjaan,” ujar Agus.

Menurutnya, sebanyak 120 peserta mengikuti Program Beasiswa Vokasi BAZNAS tahun ini. Peserta dibagi dalam dua gelombang, masing-masing sebanyak 60 orang.

Pada gelombang pertama, sebanyak 60 peserta mengikuti pelatihan selama satu minggu dengan offtaker atau perusahaan penyalur kerja dari PT Shoetown Indonesia. Sementara 60 peserta lainnya nantinya akan diarahkan untuk bekerja di Grup Shoetown.

“Jadi bukan hanya diberikan pelatihan, tetapi setelah selesai mereka sudah diarahkan kepada dunia kerja. Ini yang menjadi kekuatan dari program vokasi,” katanya.

Setiap peserta mendapatkan dukungan program sebesar Rp980.000 selama mengikuti pelatihan. Dengan jumlah 120 peserta, total anggaran yang disalurkan mencapai Rp117,6 juta.

Agus berharap program tersebut dapat menjadi model pemberdayaan zakat yang mampu memberikan dampak jangka panjang bagi penerima manfaat.

“Kita ingin bagaimana mustahik ini tidak selamanya menjadi penerima. Dengan keterampilan dan pekerjaan yang mereka dapatkan, mudah-mudahan ke depan mereka bisa mandiri, bahkan bisa menjadi muzakki,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka Dinas K2UKM karena ini sejalan dengan Program Mata Hati.

Bupati Majalengka, Eman Suherman menyambut positif peluncuran Program Beasiswa Vokasi BAZNAS tersebut. Menurutnya, program tersebut memiliki keterkaitan erat dengan upaya pemerintah daerah membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Majalengka.

Bupati mengatakan, program vokasi tidak hanya memberikan bantuan secara langsung kepada masyarakat, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan dunia industri.

“Ini sangat luar biasa karena BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan yang sifatnya konsumtif, tetapi memberikan bekal keterampilan supaya masyarakat bisa bekerja dan memiliki penghasilan,” ujar Bupati.

Ia menilai, program tersebut sejalan dengan program 100 hari Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Mata Hati (Masyarakat Cepat Kerja) yang diarahkan untuk membuka akses lapangan pekerjaan secara inklusif bagi masyarakat lokal.

“Program ini sangat sejalan dengan Mata Hati. Kita ingin masyarakat Majalengka mendapatkan kesempatan kerja, khususnya mereka yang memang membutuhkan dan memiliki kemauan untuk bekerja,” katanya.

Bupati juga mengapresiasi keterlibatan dunia industri melalui Forum HRD dan perusahaan yang bersedia menjadi mitra penyalur tenaga kerja.

“Terima kasih kepada BAZNAS, dinas terkait, Forum HRD dan perusahaan yang sudah memberikan kesempatan kepada masyarakat kita. Mudah-mudahan setelah mengikuti pelatihan ini mereka benar-benar bisa bekerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” tutur Bupati.

Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada pelatihan, tetapi terus dikembangkan sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan kesempatan meningkatkan kompetensi dan memperoleh pekerjaan.

Salah seorang peserta Beasiswa Vokasi BAZNAS, Elsa Damayanti, mengaku bersyukur mendapatkan kesempatan mengikuti program tersebut.
Menurutnya, pelatihan vokasi menjadi kesempatan berharga karena tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga memiliki peluang untuk langsung masuk ke dunia kerja.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa ikut program ini dan tahu program ini dari BKK sekolanya . Dengan adanya pelatihan ini saya bisa mendapatkan keterampilan sekaligus kesempatan untuk bekerja,” ujarnya.

Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi bekal untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

“Semoga setelah pelatihan ini saya bisa diterima bekerja dan bisa membantu ekonomi keluarga. Saya juga ingin membuktikan bahwa kesempatan yang diberikan BAZNAS ini bisa saya manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Program Beasiswa Vokasi BAZNAS Majalengka Tahun 2026 diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara pengelolaan zakat, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan dunia industri dalam menciptakan tenaga kerja lokal yang kompeten untuk mewujudkan Majalengka Langkung SAE.

Melalui program tersebut, zakat diharapkan tidak hanya hadir sebagai bantuan sosial, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu mendorong masyarakat menuju kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *