oleh

Pendidikan Kesetaraan dan Pesantren, Momen Harapan Baru di Lapas Majalengka

-Ragam-22 Dilihat

Pewarta : Euis Niki

Koransinarpagionline.com | MAJALENGKA – Suasana yang biasanya kaku dan tertib di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Majalengka, pagi itu terasa berbeda. Di salah satu sudut ruangan yang telah di tata, puluhan warga binaan duduk rapi. Mata mereka tak lagi sekadar menatap tembok tinggi pembatas, melainkan berbinar menatap papan tulis dan tumpukan buku yang siap menjadi jembatan masa depan mereka.

Jum’at pagi (24/07/2026) menjadi tonggak bersejarah, berlangsung secara serentak pembukaan Program Pendidikan Kesetaraan Paket B dan Paket C, sekaligus peresmian Pesantren Bina Santri Al Awwabin. Dua langkah besar ini menegaskan bahwa di balik jeruji besi, hak untuk belajar, berubah, dan kembali bermanfaat tetap terbuka lebar bagi siapa saja yang berniat baik.

Kepala Lapas Kelas IIB Majalengka Rian Firmansyah mengungkapkan, pendidikan adalah salah satu kunci utama pembinaan. Melalui Paket B dan Paket C, warga binaan mendapatkan kesempatan menyelesaikan jenjang pendidikan yang sempat terputus, setara SMP dan SMA. Sementara Pesantren Bina Santri Al Awwabin hadir untuk menguatkan pondasi akhlak dan spiritual, agar mereka kembali ke masyarakat dengan bekal iman dan ilmu yang seimbang.

“Kegiatan ini merupakan salah satu program dari President Prabowo dengan Astacitanya dengan turunan dari program aksi Menteri Imigrasi Pemasyarakatan. Masa pidana yang dijalankan mereka harus dimanfaatkan sebagai masa belajar, baik belajar akademik maupun belajar keterampilan didalamnya. Program paket B dan Paket C memberikan kesempatan bagi mereka yang sedang menjalani pidana untuk dapat mengejar cita cita setelah mereka bebas nanti “, ujar Rian firmansyah, di hadapan para warga binaan dan tamu undangan, pada Jumat (24/07/2026).

“Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tapi memanfaatkannya sebaik mungkin. Ketika mereka bebas nanti, mereka membawa ijazah, keterampilan, dan mental yang lebih baik untuk membangun kehidupan yang lebih bermartabat,” jelasnya.

Menurut Rian jumlah warga binaan yang mengikuti pendidikan Kesetaraan paket B dan Paket C sebanyak 60 orang. ” 30 orang Paket B dan 30 orang paket C, semuqnya belajar dibawah PKBM Dharma wangsa Nusantara”, kata Rian.

Sementara itu, peresmian Pesantren Bina Santri Al Awwabin menambah warna pembinaan yang lebih humanis. Kegiatan keagamaan yang terstruktur diharapkan mampu membentuk karakter yang sabar, jujur, dan bertanggung jawab. Tempat yang dulunya menjadi tempat kesalahan, kini perlahan berubah menjadi tempat perbaikan diri.

Kepala Dinas Pendidikan Rd H Umar Ma’rup dan Ketua DPRD Majalengka yang hadir turut memberikan apresiasi. Langkah Lapas Majalengka dinilai tepat, karena pembinaan tak cukup hanya sekadar pengamanan, melainkan harus menyentuh sisi pendidikan, keterampilan, dan kerohanian secara menyeluruh.

“Kesalahan masa lalu adalah pelajaran, bukan penutup jalan. Melalui pendidikan dan bimbingan agama, pintu perbaikan senantiasa terbuka lebar, untuk masa depan” pungkas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka

Acara ditutup dengan doa bersama dan peninjauan ruang belajar serta tempat ibadah yang telah disiapkan. Sebuah awal yang sederhana namun penuh makna: bahwa di Lapas Kelas IIB Majalengka, setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk menjadi lebih baik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *