Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, Deep learning yang menekankan pada 3 elemen utama pembelajaran yaitu meaningful learning yang menekankan pada proses belajar harus memiliki makna dan keterkaitan dengan kehidupan nyata siswa. Mindful learning (Pembelajaran Sadar dan Aktif) dan Joyful Learning (Pembelajaran yang Menyenangkan dan Memotivasi).
Kepala SMAN 1 Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Ernawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan SMAN 1 Cireunghas pada puncak pembelajaran semester II kelas 10 dan 11 tahun ajaran 2025-2026. Telah dicanangkan dan dilaksanakan kolaborasi 17 mata pelajaran. Pembelajaran tentang Sekolah Asri, Murid Bersemi, meliputi karya Toga / tanaman obat keluarga atau Katumbiri yang memiliki filosofi pelangi, manfaat berbeda-beda dari setiap tanaman. Biofori atau nafas bumi, penyelamatan air. Kompos atau jagat resik yang menargetkan bahwa sampah bukan akhir, tapi awal kehidupan baru bagi tanah. Taman kelas kidung hijau yang memiliki arti harmoni alam ketenangan, inpirasi siswa tumbuh bersama alam. Serta Balai Nyalse, ruang tempat menjaga kebersihan dan martabat diri.

Menurutnya pembelajaran berbasis proyek dilaksanakan sejak April hingga petengahan Mei 2026. Dengan target belajar mencintai lingkungan setiap hari hingga menjadi kebiasaan atau karakter.
“Semoga praktek pembelajaran ini menjadi inspirasi bagi semuanya. Buah dukuh buah durian, enak dimakan di waktu siang. Bumi kita harus disayang dengan karya nyata dan pembelajaran,”ucapnya

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Tefiana Ramadhani, S.Pd., menjelaskan tentang kegiatan kokulikuler di sekolahnya merupakan langkah strategis untuk menyelaraskan Kurikulum Nasional dengan Kurikulum Panca Waluya atau konsep pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Jawa Barat yang bertujuan membentuk manusia paripurna. Nilai utamanya berpusat pada lima pilar yang dikenal sebagai Panca Waluya:
- Cageur: Sehat fisik, mental, dan emosional.
- Bageur: Bermoral, sopan santun, dan saling menghargai.
- Bener: Jujur, berintegritas, dan lurus.
- Pinter: Cerdas, kompeten, dan berwawasan luas.
- Singer: Terampil, kreatif, dan tanggap terhadap lingkungan

Dengan inkuiri kolaboratif, sekitar 17 mata pelajaran dirancang, berprinsip pembelajaran mendalam, yang bermakna, berkesadaran dan menyenangkan.
“Melaui kokulikulier ini, para siswa diarahkan mencari solusi dari tantangan nyata permasalahan kontekstual di lingkungannya. Dengan tata kelola inovasi kurikulum, serta komitmen untuk melahirkan generasi unggul dan kompetitif, guna mendukung akselerasi visi Jabar Istimewa,” harapnya.

Lia Nurlia, S.E., S.Pd., guru mata pelajaran menjelaskan bahwa projek TOGA ini benar-benar menghidupkan kembali lahan-lahan kosong di sekolah. Saya bangga melihat anak-anak yang awalnya takut kotor, sekarang justru paling semangat membawa pupuk kompos dari rumah. Lewat projek ini, karakter gotong royong dan kepedulian mereka terhadap kelestarian alam lingkungan sekitar terekspresi dengan sangat baik.
Guru lainnya, Junaedi Habibillah, S.Pd., menyatakan bahwa kegiatan kokurikuler yang khususnya bertema “Bale Nyalse” sukses membentuk karakter tanggung jawab dan peduli lingkungan pada murid. Mereka tidak hanya belajar cara membersihkan fisik toilet secara benar, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap fasilitas bersama. Toilet yang bersih, nyaman dan sehat mencerminkan budaya sekolah yang sehat.

Rahma Aquina Muhtar, siswi dari kelas 10 menjelaskan selama mengikuti project kokurikuler ini, saya mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat. Setiap kegiatan memiliki makna dan pembelajaran tersendiri yang membuat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
Seperti pada project Kompos “Jagat Resik”, belajar bagaimana mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi tanah dan tanaman. Dari kegiatan ini, memahamkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi limbah rumah tangga. Serta melalui project tanaman Toga atau Tanaman Obat Keluarga “Katumbiri”, saya mengetahui berbagai jenis tanaman obat beserta manfaatnya bagi kesehatan. Dalam prakteknya mengajarkan siswa cara merawat tanaman dengan baik, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap alam.

Selanjutnya dalam project Biopori “Napas Bumi”, saya belajar bahwa lubang biopori dapat membantu penyerapan air ke dalam tanah dan mengurangi genangan air. Selain itu, saya menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.
Kemudian project pembuatan Pewangi Toilet “Bale Nyalse”, saya belajar memanfaatkan bahan-bahan sederhana menjadi produk yang berguna dan bernilai. Kegiatan ini melatih kreativitas, kerja sama, serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah.
Sedangkan pada project Taman Kelas “Kidung Hijau”, saya merasakan bahwa lingkungan yang hijau dan asri dapat membuat suasana belajar menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. Berbagai proses itu mengajarkan pentingnya kerja sama dan tanggung jawab dalam merawat lingkungan bersama.
“Secara keseluruhan, project kokurikuler ini memberikan pengalaman yang sangat berkesan, menambah wawasan, melatih kreativitas dan kerja sama. Serta meningkatkan kepedulian semua pelajar terhadap lingkungan hidup,”ungkapnya.

Siswa lainnya, Muhamad Abdul Latif menyimpulkan project kokurikuler ini menurut saya seru banget. Sebab pada project ini kami, siswa/i diajarkan beberapa ilmu yang sebelumnya menurut kami itu kurang menarik. Contohnya saya membuat biopori dilingkungan sekolah. Yang awalnya saya pikir biasa aja, tapi ternyata prosesnya sangat menyenangkan dan penuh pembelajaran dan saya juga belajar membuat makalah yang baik & benar. Mulai dari menyusun laporan sampai presentasi semuanya jadi pengalaman baru yang sangat berharga bagi semua pelajar.
“Selain itu juga, saya ikut merasakan dan melihat hasil kerja siswa/i kelas lain. Dari mulai WC sekolah jadi lebih bersih, taman kelas yang memanjakan mata, serta tanaman toga yang dapat bermanfaat kedepannya. Bangga sekali rasanya melihat sekolah berubah jauh lebih baik, karena kerja keras bersama. Pokonya, kokulikuler ini beda dari kegiatan biasa, sebab lebih nyata, lebih seru, dan pastinya berkesan,”ucapnya







Komentar