oleh

Perkins International dan BBGTK Jabar Perkuat Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Perkins International memainkan peran sentral dalam pelaksanaan program Guru Sahabat Keluarga: Pelatihan Kepemimpinan Keluarga dalam Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Tahun 2025, hasil kolaborasi dengan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat. Program ini dilaksanakan dalam dua rangkaian kegiatan, yakni di Bandung (15-17 Desember 2025) dan Bali (19-21 Desember 2025), dengan tujuan memperkuat kapasitas keluarga sebagai pemimpin dan advokat utama bagi pendidikan anak berkebutuhan khusus.

Salah satu materi utama yang disampaikan adalah Effective Communication and Advocacy, yang dibawakan oleh Mary Grace Torres, Parent Coordinator and Project Coordinator Perkins Asia Pacific Region. Materi ini menekankan pentingnya komunikasi yang jelas, saling menghargai, dan berorientasi tujuan dalam membangun kemitraan antara orang tua, guru, terapis, dan komunitas. Peserta dilatih membedakan gaya komunikasi pasif, agresif, dan asertif, serta mempraktikkan komunikasi asertif melalui diskusi kelompok, role play, dan lokakarya studi kasus advokasi di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.

Mary Grace Torres mengungkapkan apresiasinya terhadap keterlibatan aktif peserta selama pelatihan. “Saya sangat senang melihat antusiasme para peserta. Mereka terlibat aktif, berani berbagi pengalaman, dan terbuka untuk belajar bersama,” ujarnya.

Ia juga berharap pelatihan ini menjadi awal terbentuknya jejaring orang tua yang berkelanjutan.
“Saya berharap para orang tua dapat saling terhubung, membangun jejaring, bahkan membentuk perkumpulan orang tua yang kuat. Dari sinilah akan terbuka lebih banyak peluang untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik dan lebih inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” tambahnya.

Peserta program Guru Sahabat Keluarga berdiskusi tentang materi yang disampaikan oleh narasumber

Selain itu, Perkins International menghadirkan materi Advocacy Strategies yang disampaikan oleh Arlene S. Tumbaga, Parent Representative PAVIC, Inc. dan Parents Leader Perkins International. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami advokasi sebagai upaya strategis memperjuangkan hak dan kebutuhan anak berkebutuhan khusus, baik melalui self-advocacy, individual advocacy (formal dan informal), maupun systems advocacy yang mendorong perubahan kebijakan, peningkatan aksesibilitas, serta penguatan kesadaran publik terhadap isu disabilitas.

Perkins juga menekankan bahwa advokasi merupakan proses kepemimpinan keluarga yang berkelanjutan, bukan sekadar tindakan sesaat. Peserta dibekali strategi praktis seperti memahami hak anak, mendokumentasikan kebutuhan dan perkembangan anak, membangun komunikasi kolaboratif dengan sekolah, serta memanfaatkan jejaring komunitas dan organisasi pendukung.

Dede Supriyanto, Widyaiswara BBGTK Provinsi Jawa Barat, sebagai salah satu narasumber menegaskan bahwa keluarga memiliki peran fundamental dalam pendidikan anak.

“Keluarga merupakan kekuatan utama bagi pendidikan anak. Keluarga adalah lingkungan pertama yang membentuk kepribadian, nilai, serta keterampilan dasar anak,” ujarnya.

Menurutnya, peran keluarga sangat menentukan arah perkembangan anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, baik dari aspek kognitif, sosial, maupun emosional. “Untuk itulah kegiatan Guru Sahabat Keluarga hadir sebagai upaya memperkuat kepemimpinan keluarga dalam mendukung pendidikan anak berkebutuhan khusus,” katanya.

Melalui pendekatan Building Community and Resilience, Perkins International mendorong terbentuknya komunitas dukungan antar orang tua. Dengan materi ini sebagai modal pentingnya ketangguhan keluarga, perawatan diri orang tua, serta kepemimpinan berbasis komunitas agar keluarga tidak merasa berjalan sendiri dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus. Peserta difasilitasi untuk menyusun action plan sederhana dan realistis yang dapat langsung diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah, dan komunitas.

Kolaborasi antara Perkins International dan BBGTK Provinsi Jawa Barat melalui program Guru Sahabat Keluarga ini menghasilkan model pelatihan yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan keberanian, kepercayaan diri, dan jejaring kepemimpinan keluarga. Dengan mengintegrasikan praktik global Perkins International dan konteks lokal Indonesia, program ini diharapkan mampu memperkuat peran keluarga sebagai pilar utama pendidikan inklusif dan membuka jalan bagi masa depan pendidikan anak berkebutuhan khusus yang lebih adil dan bermutu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *