Pewarta : Liputan Khusus
Koran SINAR PAGI, Kab. Bandung,- Terpantau Liputan Khusus KSP (04)01/2026), pengunjung wisata Cimanggu, Kec. Rancabali, Kab. Bandung kecewa tiket masuk terlalu mahal, Seperti diutarakan NY (50) pengunjung asal Katapang, Kab. Bandung. pada saat di konfirmasi di area wisata Cimanggu, mengeluh pasalnya tiket masuk ke area wisata Cimanggu terlalu mahal, dan tidak boleh membawa makanan.
“Kami sebagai pengunjung putra daerah Kab. Bandung merasa kecewa karena harus bayar loket 1 harus bayar Rp.15.000/orang dan bayar tiket parkir kendaraan roda dua rp.5.000 ditambah sebelum masuk ke area kolam renang pengunjung harus bayar Rp.40.000,- untuk yang membawa kendaraan roda 4, selain tiket mahal pengunjung di larang membawa makanan,kami mohon kepada Dinas terkait agar tiket wisata Cimanggu dievaluasi kembali tutur,” NY
Selanjutnya Lipsus KSP mengkonfirmasi salah satu petugas pengelola wisata Cimanggu, ditanya Lipsus KSP sudah berapa hari wisata Cimanggu beroprasi? Satu diantra petugas wisata Cimanggu menjawab, “baru 3 hari pak, mulai pada tanggal (02/01/2026) singkat.
Di hari yang sama Lipsus KSP mengkonfirmasi WW salah seorang yang mengaku petugas Bidang KSDA wilayah II Soreang, Kab. Bandung, di Cimanggu. Ditanya Lipsus KSP atas dasar apa memungut tiket ke pengunjung? WW petugas KSDA menjawab, “kami atas perintah pimpinan, untuk lebih detail silahkan bapak konfirmasi ke pimpinan di kantor Bidang KSDA Wilayah II Soreang.
Senin (05/01/2026) Lipsus KSP sambangi Kantor Bidang KSDA Wilayah II Soreang diterima Ujang Acep, ditanya apakah benar di loket wisata kolam renang Cimanggu, bapak menugaskan Stap KSDA untuk memungut tiket ke pengunjung wisata sebesar Rp 15.000/orang dan parkir Rp 5.000,-
Ujang Acep petugas KSDA Wilayah II Soreang, Kab Bandung, menjawab “Ya benar kami dari KSDA Wilayah II Soreang menugaskan Stap untuk memungut uang masuk tiket seperti yang dilaksanakan di lokasi,” pungkasnya










Komentar