oleh

Pesantren Ekologi SMAN 1 Banjaran

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, setelah Allah memperbaikinya.” (QS. Al-A’raf: 56)
Firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala tersebut mengingatkan agar sebagai manusia harus senantiasa menjaga atau melestarikan alam.

Melalui Pesantren Ekologi yang diprogramkan oleh Dinas Pendidikan Jabar. Manjadi upaya atau gerakan dari para pelajar memberikan solusi / respons atas meningkatnya bencana lingkungan yang dipengaruhi oleh perilaku buruk kelompok manusia kepada alam sekitarnya.

Ketua Panitia Pesantren Ekologi SMAN 1 Banjaran Kabupaten Bandung, Anggi menjelaskan tema Pesantren Ekologi pada bulan Ramadan 1447 Hijriah ialah “Internalisasi Nilai Gapura Pancawaluya Guna Mewujudkan Manusia Waluya Rahmatan Lil Alamin”. Ada tiga pesan khusus dari Dinas Pendidikan Jabar untuk mengisi kegiatan Pesantren Ekologi, pertama tentang kebersihan lingkungan, kedua penghematan energi dan ketiga pelestarian lingkungan.

“Maka dalam proses Pesantren Ekologi, para siswa pertama-tama diarahkan membersihkan lingkungan sekitar atau kelasnya. Kedua para siswa dididik untuk menjalankan kebiasaan menghemat energi atau mengurangi sampah dan ketiga pelestarian lingkungan melalui program penanaman tanaman untuk mencegah bencana alam atau rawan longsor yang ada wilayah kecamatan terdekat. Dengan bibit pohonnya dari Dinas Lingkungan Hidup atau Dinas Pekebunan” jelasnya saat interaktif bersama Koran SINAR PAGI di ruang kepala sekolah (26/2/2026)

Selanjutnya para siswa juga diarahkan mengikuti kegiatan kajian keislaman meliputi tadabur ayat-ayat Al-Qur’an terkait tanggung jawab terhadap lingkungan, diskusi bersama narasumber/penceramah. Serta aksi ekologi di lingkungan sekolah. Selain itu, peserta dibimbing untuk merutinkan kegiatan sosial dan pembiasaan positif selama Ramadan. Seperti program berbagi melalui rantang kanyaah, poe ibu dan wakaf mushaf quran. Sebagai upaya mewujudkan pelajar yang Niti harti, Niti Surti, Niti bukti, Niti Bakti, dan Niti Sajati.

“Targetnya dari pesantren ekologi di sekolah, murid dan pendidik melakukan refleksi untuk meneguhkan komitmen menjaga hingga melestarikan alam dan peduli sesama sebagai bagian dari jati diri Manusia Waluya, yaitu manusia yang cageur, bageur, bener, pinter, dan singer” ucapnya

Ketua Panita Pesantrean Ekologi Perwakilan dari Pelajar kelas 10, Okta dan Raisa bersama Ketua OSIS SMAN 1 Banjaran Mutia dari kelas 11 mengungkapkan adanya proses tadabur alam dan penanaman pohon di lahan yang diprediksi rawan bencana dalam puncak kegiatan Pesantren Ekologi akan menjadi pengalaman baru bagi para siswanya. Pengalaman yang akan membuat pelajar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar dengan berupaya melestarikannya. Serta melalui program berbagi selama Ramadan para siswa akan terbiasa peduli kepada sesama atau berupaya menjadi pribadi yang bermanfaat untuk orang sekitarnya.

Kepala SMAN 1 Banjaran, Drs. Iwan Kurniawan menyampaikan pesantren Ekologi Ramadan merupakan program keagamaan khusus di bulan suci yang mengintegrasikan pendidikan spiritual Islam dengan kesadaran menjaga ekosistem. Programnya resmi dicanangkan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk tahun 1447 H / 2026 M. Kegiatan tersebut menitikberatkan pada pemahaman bahwa menjaga alam merupakan bagian dari manifestasi iman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Pelaksanaan program bertujuan untuk merespons berbagai isu lingkungan aktual yang sedang dihadapi masyarakat. Dengan mengusung tema “Internalisasi Nilai Gapura Pancawaluya Guna Mewujudkan Manusia Waluya Rahmatan Lil Alamin”, para siswa diharapkan tidak hanya cerdas secara religi, tetapi juga memiliki empati kosmik terhadap sesama makhluk hidup. Dengan fokus utamanya adalah membentuk pribadi yang harmonis dengan Tuhan dan lingkungan sekitar.

Menurutnya Pesantren Ekologi sebagai upaya Dinas Pendidikan melalui Sekolah-Sekolah di Jabar membentuk siswa berkarakter Panca Waluya yatitu cageur, bageur, bener, pinter, dan singer”, diharapkan dapat menjadikan manusia yang rahmatan lil alamin. Hal itu diungkapkan dalam Al-Quran:
وَما أَرْسَلْناكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعالَمِينَ
“Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia.” (QS Al Anbiya: 107)

Menjadi rahmatan lil ‘alamiin, selaras dengan tujuan Nabi Muhammad menyebarkan islam ke penjuru dunia. Dengan ciri khas kepribadian Nabi Muhammad, seperti Sidiq, Amanah, Fatonah dan Tabligh yang selama ini menjadi teladan bagi umat manusia.
“Innama bu’istu liutammima makarimal akhlaq”
(Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan akhlak).

“Dengan Pesantren Ekologi, para siswa diarahkan memahami Ayat kauniyah atau tanda-tanda kebesaran Allah SWT berupa fenomena alam semesta, penciptaan makhluk, dan hukum alam (sunnatullah) yang dapat diamati, dipelajari, dan direnungkan oleh akal manusia. Melalui proses itu, sebagai manusia diharapkan memiliki kesadaran untuk berkontribusi yang terbaik kepada alamnya atau berupaya menjaga dan melestarikan alam agar alam memberikan kehidupan yang terbaik bagi manusia atau mahkluk lainnya”ucapnya

Drs. Iwan Kurniawan mengugkapkan bahwa untuk perlahan-lahan membentuk karakter seperti itu, manusia diperintah oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala mengambil ibroh dari ibadah berpuasanya. Selain manusia, mahluk hidup lainnya sudah mencontohkan perihal perubahan positif atau lebih baik setelah berpuasa. Seperti pohon menggugurkan daun kuningnya saat musim kemarau dan tumbuh rimbun hijau daunnya, lalu berbuah kembali setelah musim hujan atau ulat yang berupaya merubah menjadi kupu-kupu dengan proses menahan diri dari makan dan minum berhari-hari.

“Setelah proses itu, ulat yang awalnya hewan menjijikan, merusak tanaman, dan menakutkan. Ternyata dikemudian hari berhasil berubah menjadi kupu-kupu yang indah, terbang dari bunga yang mekar warna-warni ke bunga yang harum lainnya. Kehadiran kupu-kupu bukan hanya indah dipandang manusia, tetapi juga setiap serbuk bunga yang dihinggapinya dapat membantu proses melestarikan ekosistemnya atau simbiosis mutualisme” ucapnya

Menurutnya filosofi dari proses alam itu menggambarkan tentang perubahan sebagai mahluk hidup untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi manusia dan alam. Sehingga tujuan setelah puasa Ramadan targetnya harus jelas, kita ingin jadi seperti apa di masa depan?… ucapnya menutup pesan khusus kepada para pelajar yang mengikuti rangkaian kegiatan dari Pesantren Ekologi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *