oleh

‎DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Bogor Apresiasi Saung Tani Kuta Madangan

-Ragam-248 Dilihat

Pewarta : Steven Gervan

‎Koran Sinar Pagi, Bogor – Dalam rangka menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memperkuat komitmen pelestarian lingkungan, Dewan Pimpinan Daerah Tani Merdeka Indonesia (DPD TMI) Kabupaten Bogor menggelar kegiatan penanaman pohon bersamaan dengan kunjungan kerja ke Saung Tani Kuta Madangan (STKM), Selasa (30/9/2025).

‎Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus DPD TMI Kabupaten Bogor bersama masyarakat sekitar. Selain sebagai ajang silaturahmi, acara tersebut menegaskan peran TMI sebagai mitra masyarakat dalam memperjuangkan kedaulatan pangan sekaligus menjaga kelestarian alam.

‎Pada kesempatan itu, rombongan TMI disambut langsung oleh Rd. Artdeansyah, inisiator Saung Tani Kuta Madangan yang juga merupakan bagian dari Karaton Sumedang Larang. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan apresiasi atas dukungan TMI Kabupaten Bogor.

‎“Saung Tani Kuta Madangan dibangun dengan menerapkan prinsip Tri Tangtu di Buwana dalam tata kelola, di mana keseimbangan menjadi poin paling krusial. Terima kasih kepada TMI Kabupaten Bogor yang telah mendukung Saung Tani Kuta Madangan, baik melalui pembinaan petani maupun dukungan bibit pohon. Penanaman ini menjadi langkah penting menjaga ekosistem lingkungan,” ujar Rd. Artdeansyah.

‎Senada dengan itu, Ketua DPD TMI Kabupaten Bogor, H. Cecep Gogom, menyampaikan pesan inspiratif kepada para peserta. Ia menekankan bahwa kegiatan menanam pohon memiliki dampak lintas generasi.

‎“Barang siapa menanam, maka ia akan menuai hasilnya. Hasil dari kegiatan hari ini bisa dinikmati bukan hanya oleh kita, tetapi juga oleh generasi berikutnya bahkan oleh siapa pun di kemudian hari,” jelasnya.

‎Pada kegiatan tersebut, sekitar 300 bibit pohon terdiri dari alpukat, sirsak, durian, dan kopi ditanam di lahan yang dikelola Saung Tani Kuta Madangan. H. Cecep menegaskan bahwa program Tani Merdeka Indonesia tidak hanya fokus pada penguatan ekonomi petani, tetapi juga berkomitmen menjaga alam agar tetap bermanfaat bagi kehidupan.

‎“Menjaga lingkungan berarti menjaga masa depan anak cucu kita. Menanam hari ini adalah investasi bagi generasi mendatang,” tegasnya.

‎Selain penanaman pohon, acara juga diisi dengan dialog santai bersama masyarakat mengenai tradisi adat, budaya, dan peran petani dalam menjaga kedaulatan pangan sekaligus ekosistem.

‎“Ini adalah wujud nyata Karaton sebagai institusi tradisi adat dan budaya yang mendukung Asta Cita Bapak Presiden melalui konsep kolaboratif. Lingkungan harus dijaga bersama agar manfaatnya dirasakan secara berkelanjutan,” tambah Rd. Artdeansyah.

‎Melalui inisiatif ini, diharapkan semangat pelestarian lingkungan semakin meluas serta membangun kesadaran kolektif bahwa alam adalah harta yang harus dijaga bersama. Satu pohon yang ditanam hari ini diyakini dapat menjadi langkah besar menuju masa depan yang lebih lestari.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *