oleh

MASYARAKAT RESAH ATAS PELAYANAN YANG LAMBAN DIKANTOR ATR/ BPN WIL II BOGOR TIMUR

Pewarta : FRANS GANYANG

Koran SINAR PAGI,Bogor,- Selain maraknya calo akhir – akhir ini ditubuh kantor bpn / atr wil ll bogor timur patut diduga kuat marak calok berkeliaran diwilayah tersebut yang kian menjamur dan berkalaborasi dengan oknum pejabat setempat guna mendapatkan perhatian khusus demi kepentingan tertentu.

Bagai mana tidak,
Pasalnya,” bagi masyarakat selaku pemohon minimal harus mempunyai koneksi dengan orang dalam tutur salah satu narasumber kami dan dipertegas oleh hasil investigasi lapangan www.Koransinarpagionline.com yang mana dalam prakteknya patut diduga kuat selain terselubung disinyalir sagat terorganisir, terstruktur, sistematis dan masif demi menghindari jangkauan publik. anehnya,” meskipun beberapa waktu lalu sudah ada roling dan pergantian posisi para pejabat yang baru mengantikan pejabat – pejabat sebelumnya akan tetapi hingga sejauh ini berdasarkan pantaun kami dilapangan adanya bergam modus antara oknum pejabat bpn dan para pemohon seakan sulit dibasmi alias cawe – cawe.

Tidak mengherankan, ketika masyarakat bisa yang melakukan proses permohonan berkas dikantor atr / bpn botim selalu diping – pong serta penanganya terkesan lamban, sementara bagi mereka yang sudah membangun dan ada koneksi dengan orang dalam selalu menjadi prioritas seakan digelar karpet merah bebas keluar masuk khususnya bagi mereka – mereka yang berkantung tebal. Patut diduga kuat, terkait pelayanan pertanahan dibpn / atr bogor timur telah terjadi kejahatan dalam jabatan yang melibatkan sejumlah pihak alias cawe – cawe. Selogan “tampa pulus jangan harap mulus” ini nampaknya sudah melekat dan bukan lagi rahasia umum tutur narasumber kami yang meminta jati dirinya dirahasiakan seraya menunjukan raut kekesalan diwajahnya atas lambannya pelayanan berkas yang sedang proses.

Tentunya adanya hal di maksud tidak di dapatkan mereka dengan cuma – cuma, harus ada upaya tertentu semacam pelicin, diharapkan kanwil jabar dan kementrian segera ambil sikaf guna menjawab keraguan publik sekaligus sebagai worning bagi para pejabat setempat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *