oleh

Ketua DPC.Jurnalis Independen Bersatu (JITU) Kab. Bandung Mengajak Kepada Seluruh Lapisan Masyarakat Agar Sejarah Monumen A3W Dirawat dan Dilestarikan

Pewarta : Lipsus

Koran SINAR PAGI, Kab. Bandung,-(01/08/2026) Ketua DPC Jurnalis Independen Bersatu (JITU) Kab Bandung beserta anggota sedang melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan perawatan Monumen Sejarah Pasukan A3W Siluman Merah di Kp. Punceling, Desa Alam Endah, Kec. Rancabali, Kab. Bandung  Sabtu (01/08/2026) diawali dengan bersih-bersih halaman monumen dan pengibaran sang saka merah putih. Kegitan tersebut sampai dengan tanggal (28/02026). Selanjutnya Bandi Sobandi akan melanjutkan kegiatan rehab monumen dengan sistem swadaya masyarakat. Sekali lagi kami mengajak kepada seluruh lapisan masyakat, donatur, pengusaha untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut,  berupa, bahan material dll.

Sejarah Singkat Pasukan
Sejarah singkat Monumen Ayax EN drie Willem (A3W) Siluman Merah sebagai Komandan Letjen TNI (Purn) Achmad Wiranatakusumah atau Batalyon 26. Dalam bergerilya melawan penjajahan Gurka Belanda.

Pada tahun 1946/1949 terjadi kontak senjata antara pasukan A3W Siluman merah di Citarum, Cincin, Soreang, Gunung sadu,Gambung, Pasirjambu berakhir di Kp. Punceling/Lolongokan, Desa Alam Endah, Kecamatan Ranca bali.

Satu Diantara anggota pasukan siluman merah Apuh Jakaria (alm) orang tua Bandi Sobandi yang ikut serta kontak senjata dengan Gurka Belanda di Kp. Punceling/Kp. Lolongokan, Desa Alam Endah. Tujuan Apuh Jakaria ingin melanjutkan perjalan perang melawan Gurka Belanda di wilayah Cigombong, Gunungsumul, Sindangbarang. Namun dalam perjalan di  Punceling /Kp. Lolongokan seluruh anggota pasukan siluman merah sedang menghadapi perang dengan Gurka Belanda. Lenjen TNI(Purn) Achmad Wiranatakusumah sebagai komandan memerintakkan agar seluruh anggota pasukan jangan meninggalkan Kp. Punceling, karena keberanian pasukan siluman merah. Tentara Gurka Belanda terus menyerbu dari darat dan udara, dengan kegigihan dan keberanian pasukan siluman merah, satu pelurupun tidak ada yang tembus ke pasukan siluman merah, akhirnya helikopter milik Gurka Belanda ditembak jatuh oleh pasukan siluman merah yang terletak dibawah monumen A3W siluman merah Kp. Punceling/Kp. Lolongokan, Desa Alam endah. itulah sekilas Sejarah pasukan A3W W siluman merah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *