Pewarta : Tim Liputan
Koran SINAR PAGI,Bandung,- Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengultimatum seluruh tempat wisata berpengelola termasuk hotel untuk memberlakukan zero waste serta mengelola sampah dan limbahnya secara mandiri. “Sesuai ketentuan, kawasan berpengelola harus zero waste,” tegas Farhan seusai menghadiri Travel Mart Jabar Istimewa yang digelar Perhimpunan Industri Pariwisata Indonesia (Parwindo) di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Selasa (10/2/2026).
Lebih lanjut Farhan menambahkan, Pemerintah Kota Bandung akan segera membuat percontohan yang nantinya bisa menjadi panduan para pengelola tempat wisata termasuk hotel di Kota Bandung dalam mengolah sampahnya secara mandiri.
“Dalam tiga bulan ke depan, kami akan membangun model yang sebenarnya sudah ada di Kota Bandung, yaitu model pasar,” Jelasnya.
Farhan memastikan, Pemerintah Kota Bandung tidak akan lagi mengangkut sampah organik dari tempat wisata berpengelola termasuk hotel. “Untuk sampah organik, tidak diangkut. Yang diangkut adalah sampah residu. Itu pun dibagi dua, yang bisa didaur ulang dan yang masuk RDF. Hanya sampah tertentu yang harus dikelola khusus, seperti limbah B3,”.
Farhan memastikan ke depan bakal ada sanksi yang berlaku kepada pengelola tempat wisata termasuk hotel yang tidak mengelola atau mengolah sampahnya secara mandiri. “Untuk tiga bulan ke depan, kita kelola bersama-sama. Setelah itu akan dibuat komitmen bersama. Sanksi akan ditentukan berdasarkan ukuran yang kuantitatif,” akunya.
Menurut Farhan, pemberlakuan sanksi nantinya akan mengikuti model penilaian dari Kementrian Lingkungan Hidup. Sebab, Pemerintah Kota Bandung pun ikut dinilai oleh pemerintah pusat dalam hal manajemen pengelolaan sampah.
“Kami sudah menerima surat dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait parameter kuantitatif pengelolaan sampah dalam rangka penyusunan rencana induk pengelolaan sampah Kota Bandung,” tandasnya.










Komentar