Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama / MWC Kecamatan Katapang, Ustadz Awan Mulyana Al Murzani menjelaskan ada tiga landasan dalam berorganisasi Nahdlatul Ulama. Tiga hal itu dijelaskan sebelum rapat mempersiapkan Harlah NU ke 100 di tahun 2026 di Masjid An Nur Hidayah Banyusari Katapang kepada Ketua Lazisnu, LBMNU dan LTNNU.
Pertama ialah dalam berorganisasi harus sami’na wa atha’na, serta memegang teguh “Wa’tashimu bihablillah jami’an wa la tafarraqu” (QS. Ali Imran ayat 103).
Kedua, dalam literatur kitab-kitab hadits, Nabi Muhammad SAW, pernah bersabda supaya umat islam mengikuti kelompok umat Islam terbanyak.
عن النبي صلى الله عليه وسلم في الحث على اتباع الجماعة والسواد الأعظم
Berdasarkan hadist tersebut, maka NU termasuk sebagai kelompok umat Islam terbanyak di Indonesia berdasarkan survey demografi tentang penganut keagamaan.
Maka pada konteks umat Islam di Indonesia, NU sebagai organisasi masyarakat (ormas) terbesar dan terbanyak diikuti oleh mayoritas penduduk Muslim Indonesia yang memegang teguh Ahlussunnah wal Jama’ah Al-Nahdliyyah.
Organisasi NU didirikan dan diikuti oleh para ulama-ulama karismatik terdahulu hingga saat ini yang memiliki keilmuan yang bersanad kepada nabi Muhammad SAW, memiliki akhlakul karimah (keteladanan) bagi umat, mengayomi seluruh lapisan masyarakat, dan agama.
Ketiga melalui organisasi berbagai kegiatan atau tujuan kemaslahatan umat akan terlaksana dengan optimal. Sesuai nasihat dari sahabat nabi:
اَلْحَقُّ بِلاَ نِظَامٍ يَغْلِبُهُ اْلبَاطِلُ بِالنِّظَامِ
“Kebenaran tanpa sistem (tak terorganisasi) akan dikalahkan oleh kebatilan bersistem (terorganisasi)” ucapnya mengutip nasihat dari Imam Ali bin Abi Thalib Karamallahu Wajhah
Hal penting lainnya dalam berorganisasi ialah senantiasa istiqomah bersama penggerak organisasi terdahulu dan mereka yang baru mengikuti organisasinya.
Serta terus mengingat ayat At Taubah ayat 41 dalam setiap langkahnya.








Komentar