oleh

MWC NU Katapang Ungkapkan Pentingnya Kitab Sebagai Referensi Beramal dan Berdakwah

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama / MWC Kecamatan Katapang menyelenggarakan “Ngawayuh” ngaji wayah subuh, setiap hari sabtu di Masjid Besar Katapang. Kajian subuh membahas isi kitab Kitab Adabul Alim wal Muta’allim karya Hadratussyekh KH Hasyim Asyari. Ustadz Sholeh Wakil Rois Syuriyah MWC NU Kecamatan Katapang hadir sebagai penerjemahnya.

Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama / MWC Kecamatan Katapang, Ustadz Awan Mulyana Al Murzani setelah mengikuti ngaji subuh menyampaikan pesan tentang pentingnya menjadikan kitab sebagai landasan berdakwah atau beramal.

“Sebab pada dasarnya mereka yang berbicara agama dihadapan masyarakat, tanpa berlandasan kitab. Mereka itu sedang menampilkan kebodohannya. Maka penting bagi setiap ustadz atau dai, jika sedang menyampaikan ceramah, tidak lupa membawa kitab sebagai pendukung referensinya” jelasnya kepada para ustadz yang hadir ngaji subuh (1/11/2025)

Menurutnya hal itu juga dicontohkan oleh Gus Baha ulama dari Nahdlatul Ulama yang sudah mendunia, ketika membahas tentang agama, selalu membawa kitab-kitab sebagai sumber ilmunya.

Ustadz Sholeh Wakil Rois Syuriyah MWC NU Kecamatan Katapang menyimpulkan bahwa melalui mengaji kitab karya ulama yang ada di Indonesia, khususnya yang ada di Nahdlatul Ulama merupakan langkah untuk menyambungkan sanad keilmuan hingga kepada Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam

Ustadz Adam merespon bahasan tersebut mengungkapkan dalam hadits Arbain ke-2 yang disusun oleh Imam Nawawi dijelaskan bahwa Malaikat Jibril datang menemui Nabi Muhammad dengan cara duduk di hadapan Nabi, menyandarkan lututnya ke lutut Nabi, dan meletakkan tangannya di atas paha Nabi. Posisi duduk seperti itu menunjukkan adab dan rasa hormat yang tinggi dalam menuntut ilmu.

Hadist itu memberi contoh tentang pentingnya belajar ilmu langsung kepada ahlinya. Jadi bukan hanya membaca kitabnya saja secara mandiri, tetapi harus ada guru yang membimbing untuk mengetahui apakah yang sudah dipahami dan diamalkan sudah benar?…

Sekertaris MWC NU Katapang Ustadz Ruri Alfalahuddin menyampaikan setelah kitab “Adabul ‘Alim wal Muta’allim” karya KH. Hasyim Asy’ari selesai, ngaji subuh MWC NU Katapang dilanjut kitab Risalah Ahlussunnah Wal Jamaah.

“Beberapa pertemuan lagi, dalam waktu dekat kitab yang selama ini dikaji akan selesai. Sehingga harus ada persiapan untuk membeli kitab barunya, sebagai referensi ngaji subuh di waktu yang akan datang”ucapnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *