Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama Kecamatan Katapang dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Katapang bekerjasama dengan Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama / MWC NU Kecamatan Katapang menjalankan program rutin ngaji kitab turats.
Kajian berlangsung setiap hari rabu / malam kamis bada isya setelah sholat tarawih di masjid Annur Hidayah Kp Wates, Desa Banyusari dan terbuka untuk jamaah serta jam’iyah Nahdlatul Ulama atau santri lainnya yang ingin mempelajari kitab tersebut.
Melalui ngaji kitab turats itu sebagai upaya meneruskan tradisi atau amalan ulama nusantara dalam memahami dan mendalami ajaran agama islam berbasis keilmuan pesantren. Serta Ikhtiar menyambungkan sanad keilmuan melalui para ulama di Indonesia hingga sampai kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.
Ketua LBM MWC NU Katapang, Ustadz Purkon S.Hi., pada malam tersebut membahas tentang hadist yang disabdakan oleh Rosululloh yang ada pada maqolah ke 26 bab I dari Kitab Nashaihul ‘Ibad (Nasehat Bagi Sang Hamba) karya monumental Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi (Syekh Nawawi al-Bantani). Seorang ulama sebagai guru Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama:
“Ada dua perkara, barang siapa memiliki keduanya, maka Alloh akan mencatat dia sebagai orang yang bersyukur dan penyabar, dan barang siapa yang tidak memiliki keduanya perkara tersebut, maka Alloh tidak mencatatnya sebagai orang yang bersyukur dan tidak pula sebagai penyabar, yaitu:
- Orang yang dalam urusan agamanya melihat kepada orang yang lebih tinggi daripadanya, lalu dia mengikutinya. Sedangkan dalam urusan Dunianya, dia melihat kepada orang yang lebih rendah dari padanya, lalu dia memuji Alloh atas karunia yang telah diberikan kepadanya, maka Alloh mencatatnya sebagai orang yang bersyukur dan penyabar.
- Orang yang dalam urusan agamanya melihat kepada orang yang lebih rendah, sedangkan dalam urusan Dunianya melihat kepada orang yang lebih tinggi, lalu ia menyesalinya apa yang tidak dapat dia capai. Maka Alloh tidak mencatat dirinya sebagai orang yang bersyukur dan penyabar (HR. Tirmizi dari Ibnu ‘Amar)
Setelah menyampaikan hadistnya, Ustadz Purkon S.Hi., mengungkapkan bahwa di Dunia ini, harta adalah tingkatan terrendah rizki, namun sering diperbutkan dan kesehatan merupakan rizki yang sering dilupakan. Selain itu ada istri dan anak yang soleh atau ilmu untuk beramal bagian dari rizki terbaik, serta rizki penyempurna dari berbagai rizki ialah ridho Alloh Subhanahu wa Ta’ala.
Pada pengajian tersebut Ustadz Purkon S.Hi., juga membahas tentang Tafsir Yasin ayat 9 :
وَجَعَلْنَا مِنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ سَدًّا وَّمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَاَغْشَيْنٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُوْنَ ٩
Kami memasang penghalang di hadapan mereka dan di belakang mereka, sehingga Kami menutupi (pandangan) mereka. Mereka pun tidak dapat melihat.
Asbabun nuzul (sebab-sebab turunnya) Surat Yasin ayat 9 , terjadi karena rasa bencinya abu Jahal terhadap Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Seperti diketahui, Abu Jahal merupakan orang kafir yang selalu mencari cara mencelakai Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam, terutama setelah Beliau mendakwahkan atau menyebarkan Islam.
Untuk menghentikan dakwah nabi, Abu Jahal dan para tokoh mekah yang mengikutinya berkumpul dan merencanakan untuk membunuh Nabi Muhammad. Namun dalam niat jahatnya tidak ada yang terwujud untuk membunuhnya, walaupun ada Sayembara bagi mereka yang berhasil membunuh Nabi akan diberi hadiah jabatan, harta dan wanita tercantik.










Komentar