Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, “Barangsiapa yang mau mengurus NU akan aku anggap sebagai santriku. Siapa yang menjadi santriku akan Aku doakan husnul khatimah beserta anak-cucunya”. Amanat dari pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyaikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari yang sangat masyhur dan selalu menjadi pegangan siapa saja yang berkhidmah di Nahdlatul Ulama.
Sebagai ikhtiar menjalankan amanat tersebut, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, berupaya istiqomah mempelajari berbagai kitab karya Hadratussyaikh K.H. Muhammad Hasyim Asy’ari.

Sekertaris Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Katapang, Ustadz Rury Alfalahuddin S.Th.I., menyampaikan sejak awal sampai sekarang, pengajian di waktu subuh atau Ngawayuh yang dilaksanakan setiap hari sabtu setelah sholat subuh hingga waktu dhuha di masjid besar Kecamatan Katapang. Telah menyelesaikan 4 kitab karya Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama.

“Yaitu kitab Muqaddimah al-Qanun al-Asasi li Jam’iyyat Nahdlatul Ulama. Arba’ina Haditsan Tata’allaqu bi Mabadi’ Jam’iyyat Nahdlatul Ulama. Adab Al-Alim wa Al-Muta’allim fima Yahtaj Ilaih Al-Muta’allim fi Ahwal Ta’allumih wa Ma Yatawaqqaf Alaih Al-Muallim fi Maqamat Ta’limihi. Risalah Ahl al-Sunnah wa al-Jamaah fi Hadits al-Mauta wa Syuruth al-Sa’ah wa Bayani Mafhum al-Sunnah wa al-Bid’ah,” jelasnya kepada jamaah dan jamiyyah NU yang istiqomah mengikuti kajian kitab Turotsnya (8/8/2026)
Informasi yang dihimpun koransinarpagionline.com, kajian kitab tersebut, telah lama berlangsung bersama pemateri Rois Syuriah dan Mustasyar Majelis Wakil Cabang Nahdaltul Ulama Katapang.











Komentar