oleh

Ngaji Subuh ke 104 Kitab Risalah Ahlussunah wal Jama’ah, MWC NU Katapang Bahas Pentingnya Mengikuti Ahli Ilmu

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Katapang rutin ngaji Kitab Risalah Ahlussunah wal Jama’ah karya Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Dengan pemateri Kiayi Asep Setiawan S.Pd.I, Pimpinan PP. Nurul Bahri Al Mashoolih sebagai Mustasyar MWC NU Katapang. Pengajian di bulan Ramadan berlangsung setelah waktu subuh setiap hari sabtu di Masjid Besar Katapang.

Pada ngaji Subuh ke 104, MWC NU Katapang membahas pentingnya mengikuti ahli ilmu. Hal itu dijelaskan berdasarkan QS Al-Anbiya’ ayat 7 dan Surat An-Nahl ayat 43 yang dicantumkan dalam isi Kitab Risalah Ahlussunah wal Jama’ah karya Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari :

وَمَآ اَرْسَلْنَا قَبْلَكَ اِلَّا رِجَالًا نُّوْحِيْٓ اِلَيْهِمْ فَسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ ۝٧
Kami tidak mengutus sebelum engkau (Nabi Muhammad) melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka. Maka, bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui.
Setelah menyampaikan ayat tersebut, pemateri Kiayi Asep Setiawan S.Pd.I., menjelaskan tentang peran ulama mujtahid atau para ahli hukum Islam yang berwenang mengeluarkan fatwa atau pemikiran fikihnya. Berdasarkan pakar ilmu agama (bahasa Arab, tafsir, hadis, ushul fikih) untuk merumuskan hukum dari masalah baru (masalah ijtihadiah) yang seharusnya diikuti oleh umat islam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *