Pewarta : Tono Efendi
Koran SINAR PAGI, Kab.Tasikmalaya,- Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Propinsi Jawa Barat, Zhairy Andhryanto, S.Pd,. M.M.Pd mengaku prihatin atas beberapa kejadian yang berulang terkait keracunan Makan Gizi Gratis (MBG) diwilayah Kabupaten Tasikmalaya.
“Kami mengaku sangat prihatin, atas kejadian musibah yang kembali terulang diwilayah kami, kali ini beberapa murid SMK Negeri Cipatujah diduga keracunan usai menyantap MBG,” ujar Zhairy saat dikonfirmasi melalui telepon selular nya, Rabu (1/10/2025) sore kemarin.
Menurutnya, dugaan keracunan MBG yang menimpa murid murid SMKN Cipatujah, sebetulnya pihak sekolah jangan disalahkan, karen sekolah hanya penerima manfaat, katanya.
“Segala sesuatunya itu ada pada wewenang dan pengawasan dari Badan Gizi Nasional (BGN), dimana BGN menunjuk ke siapa dalam pelaksanaan MBG yang didistribusikam ke Satuan Pendidikan sekolah masing masing,” ucapnya.
Sebelumnya di kabarkan, sekitar 60 murid SMK Negeri Cipatujah “tumbang” keracunan diduga usai menyantap MBG, Rabu (1/10/2025) siang kemarin.
Pelajar yang mengalami dugaan keracunan sebagian telah ditangani di Puskesmas Pembantu Padawaras dan yang lainnya dipulangkan ke rumah karena dari mereka tidak parah dibandingkan yang lain. Namun, dugaan keracunan makanan ada 8 pelajar yang dirujuk ke Puskesmas Bantarkalong dan Puskesmas Padawaras
Kasus dugaan keracunan massal seharusnya mendapat tanggapan serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya, karena ini menyangkut masa depan dan meminta setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (LSHS) sebagai jaminan. Kejadian keracunan MBG terjadi mulai Kecamatan Rajapolah 400 siswa, Cikalong 13 siswa, Karangnunggal 39 siswa dan Cipatujah 60 siswa. (***)










Komentar