Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, Berdasarkan nilai Ujian Tertulis Berbasis Komputer yang dirangkum oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi, SMAN 3 Bandung sempat menjadi sekolah negeri dengan nilai tertinggi atau terbaik ke I tingkat Kota Bandung.
Dr. Ida Rohayani, M.Pd., sebagai guru PPKn / Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan dan penulis Buku Teks Utama PPKn atau Pendidikan Pancasila yang diterbitkan oleh Kemendikbudristek untuk Kurikulum Merdeka.
Sebagai guru yang sempat menjadi Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas hingga Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum di SMAN 3 Bandung membagikan strategi mensukseskan bidang kurikulum di sekolahnya yang sempat menjadi sekolah negeri terbaik di Bandung.
“Ada 4 strategi yang perlu dijalankan untuk mensukeskan program dari pemerintah pusat dan daerah di sekolah” jelasnya kepada media cetak dan online saat interaktif melalui sambungan telephone pribadinya (24/2/2026)
Pertama, sebagai Wakasek harus berupaya memberikan kontribusi setiap waktu. Karena kehadiran kita tidak dinilai dari lamanya menjabat, tetapi kontribusi atau pengaruh postif apa yang dapat bermanfaat untuk sekolah.
Kedua, harus selesai dengan dirinya sendiri. Jangan mencari keuntungan, misalnya dengan jual beli LKS atau les privat bagi siswanya. Karena hal itu dapat menyimpangkan tujuan pembelajaran untuk mencari keuntungan atau tidak bersikap objektif ketika menilai siswanya.
Maka sebagai pemimpin dibidang kurikulum, harus bisa memimpin diri sendiri, sebelum memimpin orang lain.
Ketiga, mendidik dengan hati dan berempati, sebab yang didik adalah mereka manusia yang memiliki hati. Jangan sampai ada kecurangan dan ketidak adilan dalam bersikap kepada murid. Karena hal seperti itu akan berpengaruh buruk kepada perkembangan kepribadian mereka.
Keempat memberikan kebebasan dalam pemilihan mata pelajaran berdasarkan minat bakat dan kebutuhan siswanya.Sehingga mereka akan belajar dengan bahagia dan optimal.
Dr. Ida Rohayani, M.Pd., mengungkapkan bahwa semangat juang dalam belajar siswa SMAN 3 sangat tinggi. Hal itu terlihat dari proses hingga capaian belajarnya.
“Semangat juang belajar itu terlihat, saat momen libur semester dan tahun baru 2026, ditambah libur Ramadan. Sehingga mereka merasa waktu belajarnya banyak yang telah hilang. Kondisi itu membuat mereka bersikap kompak untuk meminta waktu luang gurunya agar menyempatkan tetap belajar melalui online pada waktu libur sekolahnya”ungkapnya
Dr. Ida Rohayani, M.Pd., menceritakan sebagai guru harus menjadi teladan setiap hari di sekolahnya. Misalnya dengan datang ke sekolah sebelum para siswa datang ke sekolah atau masuk kelas sebelum para siswa masuk kelas / sebelum jam pelajaran dimulai. Berupaya membagikan ilmu yang dimiliki kepada guru lain yang membutuhkan untuk dibimbing. Serta terus meningkatkan kompetensi dengan menambah ilmu dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi guru terbaik bagi para siswa yang mengalami zaman yang berbeda.











Komentar