Penulis: Dwi Arifin (Ketua Lajnah Ta’lif wan Nasyr Majalis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama / LTN MWC NU Katapang)
Bulan Ramadhan di hati Nabi Muhammad, para sahabat dan ulama atau umat islam, sering menumbuhkan kerinduan tersendiri kedatangannya. Sebab momen ibadah di bulan Ramadhan kadang terasa lebih khusyu atau adanya lipatan pahala dari setiap amalnya. Sehingga setiap Ramadhan yang datang akan disambut dengan berbagai persiapan atau niat memperbaiki diri dan amal soleh.
Berdasarkan prediksi hitungan kalender tahun ini, bulan Rajab 1447 H akan dimulai pada 21 Desember 2025. Dalam pandangan umat Islam, bulan Rajab dianggap sebagai gerbang awal atau fondasi untuk mempersiapkan diri. Selama dua bulan ke depan menuju Ramadhan.
Perkiraan untuk menyambut Ramadhan 2026. Jika bulan Rajab 1447 H, dimulai 21 Desember 2025. Bulan Sya’ban 1447 H, diperkirakan berlangsung pada pertengahan Januari hingga Februari 2026. Maka Ramadhan 1447 H (awal puasa 2026) diprediksi mulai pada 18 Februari 2026.
Sebagai bulan yang kedatangannya sering dimuliakan dalam Islam, bulan ke tujuh dalam kalender Hijriah. Bulan yang menjadi tanda dekatnya kedatangan bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk mulai meningkatkan semua ibadah dan kebaikan yang akan diprioritaskan khususnya bulan Ramadhan dari pada bulan yang lainnya. Sebagai upaya menyambut berbagai keistimewan yang hanya ada pada bulan Ramadhan.
Ada sebagian umat islam yang mulai berlatih puasa atau shaum di hari senin kamis. Puasa Ayyamul Bidh, 3 hari pertengahan bulan atau puasa Daud (sehari puasa & sehari tidak) atau meningkatkan rutinitas mengaji dan membaca berbagai kitab yang akan dipelajari di bulan Ramadhan.
Hal penting lainnya, pada bulan Rajab, para ulama menganjurkan umat Muslim untuk mulai berbenah dengan beberapa langkah. Meningkatkan kualitas amal saleh, membayar hutang puasa, berdoa secara khusus agar dipanjangkan umur mencapai bulan Ramadhan atau mempersiapkan bekal (ilmu, harta dan latihan amal untuk mengoptimalkan ibadah di bulan Ramadhan)
Doa populer yang sering dibaca di antaranya: “Allahumma bariklana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhan” (Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan).
Dengan mulainya bulan Rajab pada 21 Desember 2025, umat muslim memiliki waktu sekitar 60 hari lagi untuk mempersiapkan diri secara spiritual sebelum memasuki bulan suci Ramadhan 2026.
Maka perlu kita ingat, mengutip nasihat dari Imam Ali bin Abi Thalib Karamallahu Wajhah bahwa:
اَلْحَقُّ بِلاَ نِظَامٍ يَغْلِبُهُ اْلبَاطِلُ بِالنِّظَامِ
Nasihat tersebut mengingatkan kita atau dapat dimaknai bahwa setiap kebaikan harus direncanakan dengan sebaik-baiknya, agar tidak terkalahkan oleh berbagai keburukan yang menjadi penghalangnya. Serta mengisi setiap waktu dengan kebaikan agar tidak terisi dengan hal buruk.
Semoga dengan berbagai latihan dan persiapan untuk menyambut bulan Ramadhan, kita semua dapat meraih nilai terbaik dihadapan Alloh Subhanahu wa Ta’ala dalam mengisi bulan Ramadhan dan melanjutkan berbagai amal soleh setelah Ramadhan berlalu.









Komentar