(Koran SINAR PAGI)-, Live dari Museum Imam Bukhori, mengenal dekat bersama satu-satu nya perempuan dan warga asing yang di amanahi oleh pemerintah Uzbekistan untuk menjadi ahli atau juru kunci makam Imam Bukhori, sebagai penghormatan terhadap Indonesia atas penemuan Situs Makam oleh Presiden Sukarno kala itu. Beliau adalah Rofi Eka Shanty jurnalis senior TVRI Nasional. Beliau merupakan periset dan perwakilan Indonesia di Imam Bukhori International Scientific Reasearch Center Samarkand Uzbekistan.
Simak cerita lengkapnya di Live Instagram JPPPM Pusat yang telah tayang pada Senin 16 Maret 2026. Bersama moderator Ning Fetra Nur Hikmah, S.Psi., Ketua Nawaning JPPPM (Jam’iyah Perempuan Pengasuh Pesantren dan Muballighoh). Pada program Bidang Humas dan Kemitraan JPPPM Pusat dalam upaya “Menjaga sejarah walisongo dan diplomasi penemuan kembali makam Imam Bukhori di Uzbekistan”

Informasi yang dihimpun dari Special Live di Museum Imam Bukhori, bersama Narasumber perwakilan situs Imam Bukhari untuk orang asing (juru kunci) yang merupakan Diaspora, seorang Perempuan Muslim Indonesia, Rofi Eka Shanty.
“Dari sharing siang hari ini banyak sekali Insight pelajaran, bahwa Hadist adalah DNA perilaku masyarakat Uzbekistan, di antaranya dari budaya ibda‘ bi nafsik (mulailah dari diri sendiri) atas tanggung jawab terhadap sampah, perlindungan dan penghormatan terhadap perempuan dan berhati-hati dalam bertransaksi untuk menghindari hak hak Adam yang dengan tidak sengaja terengut dari proses jual beli” ucapnya moderator menyimpulkan penjelasan narasumber
Rofi Eka Shanty menegaskan agar perspektif terhadap Uzbekistan, bukalah sekedar sebagai destinasi wisata, lebih dari itu adalah pembelajaran tentang Sanad panjang Jalur Sutra / Silk Road agama Islam dapat sampai di Indonesia, dan pemahaman bagaimanan Hadist seharusnya di bumikan tidak sebatas sejarah dan wacana semata.
Maka “Jadikan sejarah sebagai kompas masa depan”. Dengan memahami sejarahlah, kita memiliki dasar melanjutkan perjuangan para pendahulu kita untuk menjayakan Islam.
Mudah-mudahan program JPPPM selalu dapat meneguhkan Tafaquh Fiddin dan semakin menebar maslahat untuk umat, Aamiin ya robbal alamin.








Komentar