oleh

Pertumbuhan di Jabar Diprakirakan Lebih Tinggi, Premanisme Tetap Jadi Atensi

Pewarta : Tim Liputan

Koran SINAR PAGI,Bandung,- Bank Indonesia Jawa Barat merekomendaskan sejumlah ikhtiar guna menjaga tren pertumbuhan wilayah termasuk dengan memanfaatkan program makan bergizi gratis (MBG).

“Mendorong optimalisasi rantai pasok lokal dalam program MBG di Jawa Barat untuk meningkatkan kinerja berbagai sektor terkait di antaranya pertanian dan peternakan,” tandas Kepala Bank Indonesia Jawa Barat, M Nur di Bandung, Selasa petang 24 Februari 2026.

Perekonomian Jawa Barat sendiri di Triwulan Tw. IV 2025 tumbuh sebesar 5,85% (yoy). Kecenderungan ini sejalan dengan pertumbuhan Ekonomi nasional yang meningkat.

Secara keseluruhan di 2025, perekonomian Jawa Barat tumbuh 5,32%(yoy), atau meningkat signifikan dibandingkan 2024 sebesar 4,95% (yoy) dan lebih tinggi dibanding nasional sebesar 5,11% (yoy).

Perkembangan tersebut ditopang tingginya konsumsi masyarakat dan realisasi investasi serta peningkatan kinerja pada sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian.

Pertumbuhan ekonomi utamanya dari tren tersebut bersumber dari kuatnya permintaan masyarakat dan tingginya investasi, serta didorong oleh penguatan kinerja lapangan usaha (LU) industri pengolahan, transportasi dan pergudangan, serta konstruksi.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada 2026 sendiri diprakirakan tetap kuat, lebih tinggi dibandingkan 2025, yang didorong perbaikan permintaan masyarakat, dan terjaganya kinerja investasi termasuk dari penyelesaian proyek pemerintah. Proyeksi angkanya antara 4.9 – 5.7.

Selain MBG, pihaknya mengingatkan untuk dapat tetap menjaga daya beli masyarakat seperti melalui menyalurkan bansos secara tepat guna dan sasaran dengan perbaikan basis data penerima bantuan.

Memberikan pula keringanan kepada sektor-sektor yang saat ini terdampak oleh ketidakpastian global, khususnya sektor industri padat karya di antaranya berupa keringanan/penundaan pajak.

Kemudian pemberikan insentif di antaranya terhadap subsidi bunga dan insetif pajak kepada sektor-sektor yang akan didorong untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat di antaranya sektor pertanian serta ekonomi hijau dan energi terbarukan.

Untuk Pemda, mereka pun diharapkan mempercepat realisasi anggarannya, khususnya yang memberikan dampak pada penyerapan tenaga kerja.

Untuk iklim investasi, Pemda bersama jajaran terkait mesti bisa menekan hal-hal yang berpotensi memunculkan sejumlah kondisi “Perlu pengawasan lapangan terhadap implementasi ketentuan terkait kemudahan berinvestasi dan pengendalian Premanisme,” tandasnya.

Langkah tersebut tak terlepas dari capaian Jawa Barat yang mempertahankan posisi sebagai provinsi dengan realisasi investasi terbesar atau mencapai 15,8% dari total investasi nasional, khususnya didukung oleh PMA.

Realisasi investasi Jawa Barat pada triwulan IV 2025 mencapai sebesar Rp78,63 T atau tumbuh 18,78% (yoy), dan secara keseluruhan pada 2025 mencapai Rp296,8 Triliunn atau 109,56% dari target sebesar Rp270 Triliun.

Sektor yang paling diminati adalah sektor Industri Pengolahan diikuti oleh Real Estate, serta Informasi dan Komunikasi. Sementara negara asal PMA didominasi oleh Malaysia, diikuti Singapura dan Jepang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *