oleh

Media Cetak di Ruang Publik Menjadi Penumbuh Minat Baca dan Indikator Daya Baca

Penulis: Dwi Arifin (Duta Baca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat dan Ketua Lajnah Ta’lif wan Nasyr, Majalis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama / LTN MWC NU Katapang)

Minat baca adalah dorongan, keinginan kuat, dan rasa senang dalam diri seseorang untuk membaca, sering kali didasarkan pada kesadaran akan manfaat buku. Sedangkan daya baca adalah kemampuan atau kapasitas untuk memahami, menganalisis, atau bahkan mereproduksi informasi dari teks yang dibacanya.

Media cetak sebagai bahan bacaan yang telah populer sejak dahulu hingga sekarang dapat menjadi penumbuh minat baca. Selain itu daya tarik bahan bacaan tersebut juga dapat menjadi indikator daya baca masyarakat.

Promosi bahan bacaan di ruang publik merupakan bagian dari upaya yang strategis untuk menumbuhkan minat baca. Melalui promosi tersebut bahan bacaan didekatkan langsung kepada masyarakat.

Ruang publik saat ini yang sering dihadiri masyarakat, terkadang sangat minim atau bahkan tidak ada yang disisipi oleh promosi bahan bacaan. Padahal momen tersebut merupakan kesempatan sangat efektif untuk mempopulerkan media cetak sebagai bahan bacaan utama masyarakat.

Menumbuhkan minat baca di ruang publik dapat dilakukan melalui penyediaan akses buku yang mudah dan nyaman, seperti taman bacaan, perpustakaan keliling, meja baca di setiap perkumpulan masyarakat atau ruang piknik baca dalam area Car Free Day yang ada di wilayahnya. Pendekatan kreatif seperti itu yang didukung oleh komunitas baca atau strategi promosi yang terintegrasi ke teknologi (digital) efektif untuk mendekatkan buku ke masyarakat. Upaya-upaya itu diharapkan menjadikan membaca sebagai bagian dari aktivitas santai, sekaligus memperindah situasi lingkungan masyarakat dengan sentuhan intelektual.

Sedangkan perihal daya baca masyarakat, media cetak di ruang publik itu dapat menjadi indikator tentang daya baca masyarakat. Misalnya, melalui penghimpunan data dan fakta, jenis bahan bacaan fiksi dan non fiksi yang mereka cari atau pilih. Survei tentang kegemaran membaca berdasarkan jumlah masyarakat yang ada di ruang publik dengan membandingkan jumlah mereka yang tertarik mendekati bahan bacaan yang dipromosikan. Serta menyimpulkan tentang bahan bacaan apa saja yang paling dibutuhkan dan sedang  atau masih populer di masyarakat.

Berbagai data dan fakta yang terhimpun tersebut dapat menjadi bahan evaluasi atau referensi bagi aktifis yang bergerak untuk menumbuhkan minat baca di masyarakat atau merumuskan strategi baru untuk untuk mensosialisasikan bahan bacaan agar semakin diminati oleh lapisan masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *