oleh

Kemenhub: 143,9 Juta Orang Diprediksi Mudik Lebaran 2026

-Ragam-44 Dilihat

Pewarta : Tim Liputan

Koran SINAR PAGI,Jakarta,- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan potensi pergerakan masyarakat pada masa Mudik Lebaran 2026 mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Menhub saat bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Subang, Sabtu (14/2), dalam rangka koordinasi kesiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026.

Menurut Menhub, meskipun angka survei menunjukkan 143,91 juta orang, realisasi pergerakan berpotensi lebih tinggi. Pada Lebaran 2025, realisasi berbasis Mobile Positioning Data (MPD) tercatat mencapai 154,62 juta orang.

“Artinya, potensi realisasi 2026 bisa saja melampaui angka survei. Karena itu, kita harus menyiapkan kapasitas maksimal, khususnya di wilayah dengan mobilitas tinggi seperti Jawa Barat,” ujar Dudy diutip dari laman resmi Kemenhub, Minggu (15/2/2026).

Menhub juga menyoroti dominasi penggunaan mobil pribadi dalam arus mudik. Berdasarkan hasil survei, sekitar 53 persen masyarakat memilih mobil pribadi sebagai moda transportasi.

Mayoritas pengguna mobil pribadi diperkirakan akan melintasi jalur tol, terutama koridor Jakarta–Cikampek yang selama ini menjadi titik kritis kepadatan setiap periode Lebaran.

Kondisi ini menjadikan Jawa Barat sebagai wilayah strategis sekaligus titik rawan kepadatan, mengingat posisinya sebagai daerah asal pergerakan terbesar sekaligus jalur lintasan menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dalam pertemuan tersebut, Menhub meminta dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat pengawasan di sejumlah titik rawan, antara lain:

  • Pasar tumpah di jalur arteri mudik
  • Perlintasan sebidang yang berpotensi kecelakaan
  • Kawasan wisata yang diprediksi padat pasca-Lebaran
  • Titik rawan banjir, longsor, dan rob

Selain itu, penguatan rekayasa lalu lintas di jalur arteri maupun tol juga menjadi perhatian utama guna mengantisipasi lonjakan kendaraan pribadi.

Kemenhub juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi lintas moda, mulai dari angkutan darat, laut, penyeberangan, udara hingga perkeretaapian.

“Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lebih aman, tertib, dan lancar, terutama di wilayah Jawa Barat yang menjadi simpul pergerakan nasional,” tutur Dudy.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *