(Koran SINAR PAGI)-, Atas komitmen tinggi Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman dalam menerapkan meritokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap, Penghargaan Penerapan Manajemen Talenta pun diberikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Zudan Arif Fakrulloh di dampingi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Penghargaan diserahkan pada saat acara Penandatangan Komitmen Pembangunan Dan Penerapan Manajemen Talenta yang dilaksanakan pada Kamis (8/1/2026) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang.
Kabupaten cilacap menerima penghargaan tersebut bersama dengan 4 Kabupaten/Kota lainnya, yaitu Kota Semarang, Kota Tegal, Kota Magelang dan Kota Pekalongan. Ditemui usai acara, Bupati mengatakan penghargaan ini adalah sebagai wujud apresiasi terhadap Pemkab Cilacap yang telah menerapkan manajemen talenta yang ujungnya adalah meritokrasi. Menurutnya, penempatan jabatan bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) pada tempat yang tepat sesuai dengan assessment yang dilakukan.
“Tentu penghargaan ini merupakan rekomendasi dari penerapan menajemen talenta meritokrasi di lingkungan Pemkab Cilacap . Sehingga the right man on the right place bisa kita wujudkan secara cepat ,” katanya.
Bupati menambahkan, hal tersebut juga menjadi wujud komitmen bahwa Pemkab Cilacap ingin menghadirkan Pemerintahan yang baik dan bersih. Harapannya di tahun 2026 akan mulai dipersiapkan untuk jabatan administrator mengikuti talent pool untuk mengisi jabatan jpt yang kosong tanpa proses yang panjang.
“Kami sekali lagi menegaskan bahwa Pemkab Cilacap tidak akan jual beli jabatan dalam 5 tahun ke depan dan dengan proses yang cepat. Kami komitmen akan hal itu,” ujarnya.
Gubernur dalam sambutannya menekankan agar integrasi dan kolaborasi sampai ke kabupaten/kota bisa selaras dalam segala lini, termasuk meritokrasi. Gubernur menyampaikan penerapan sistem merit di Kabupaten/Kota Jawa Tengah dengan hasil 12 baik, 30 menurun, 13 buruk, dan 2 sangat baik.
“Capaian ini merupakan suatu contoh bahwa merit sistem telah dilaksakan dengan baik. tentu ini semuanya dalam rangka tidak hanya menciptakan asn yang profesionalitas tetapi disitu juga terciptnya kompeten, integritas dan mempunyai daya sayang. Jadi gk sembayarang dan sukur ngangger” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BKN RI menyebutkan meritrokrasi menempatkan org yang pantas orang yang layak orang yang bagus untuk mengeksekusi fungsi-fungsi yang ada dalam kekuasaan itu, yaitu perencanaan, penganggaran dan fungsi pengawasan.
“Saya ingin merubah sistem kerja dan pola kerja dari pola lama menuju cepat, bekerja dari kantor bisa bekerja darimanapun, institusi tidak boleh digantungkan pada orang tetapi pada sistem sebagai wujud bergerak menuju meritokrasi,” ungkapnya.











Komentar