Pewarta : Hari R
Koran SINAR PAGI, Musi Rawas,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas menggelar rapat paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Mura Ke – 83 tahun 2026.
Rapat paripurna dipimipin langsung Ketua DPRD Kabupaten Musi Rawas, Firdaus Cik Olah di Gedung DPRD setempat, Muara Beliti, Senin (20/4/2026).
Turut Hadir, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru didampingi Ketua TP PKK Provinsi Sumsel dan jajaran. Mantan Bupati Musi Rawas periode 2004 – 2005 Ibnu Amin. Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKB SN Prana Putra Sohe. Ombusdman RI. Anggota DPRD Provinsi Sumsel. Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas beserta jajaran, Walikota Lubuklinggau, Bupati Rejang Lebong. Wakil Bupati Muara Enim, Unsur Forkopimda Kabupaten Musi Rawas. Jajaran OPD, Camat dan Kades di lingkungan Kabupaten Musi Rawas.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Firdaus Cik Olah mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir dalam rapat paripurna ini, dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Musi Rawas ke – 83 tahun.
Disampaikan Firdaus Cik Olah, peringatan hari jadi yang dilaksanakan pada hari ini adalah untuk menyatakan bahwa, generasi saat ini tidak akan pernah lupa akan sejarah terbentuknya Kabupaten Musi Rawas.
“Kita bukanlah generasi yang menumpang kepada sejarah. Kita adalah bagian dari sebuah generasi yang memiliki rasa hormat terhadap apa yang telah dilakukan oleh pendahulu kita,” kata Ketua DPRD Firdaus Cik Olah.
Selain itu Bupati Ratna Machmud dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa Kabupaten Musi Rawas kini genap berusia 83 tahun, yang berawal dari penyatuan dua kewedanaan, yakni Musi Ulu dan Rawas pada 20 April 1943.
“Tema peringatan tahun ini adalah Musi Rawas MANTABKAN, Menuju Sumsel Maju Terus Untuk Semua, Indonesia Emas 2045. Tema ini menjadi semangat bersama dalam membangun daerah yang lebih maju,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Herman Deru menyampaikan bahwa Musi Rawas merupakan salah satu dari tujuh kabupaten/kota tertua di Sumatera Selatan dengan perkembangan yang cukup pesat.
Ia menilai berbagai indikator pembangunan menunjukkan tren positif, termasuk peningkatan IPM dan penurunan angka kemiskinan. Namun demikian, pembangunan tetap harus dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas, mengingat keterbatasan anggaran dan luas wilayah Musi Rawas yang mencapai lebih dari 6.000 kilometer persegi.
“Saya yakin angka kemiskinan di Musi Rawas bisa ditekan hingga satu digit. Namun, perlu perbaikan data oleh dinas terkait dan BPS agar lebih akurat,” tegasnya.
Gubernur juga optimistis, dengan semangat dan sinergi yang terus terjalin, Kabupaten Musi Rawas akan semakin maju dan mampu mencapai target pembangunan yang telah direncanakan di masa mendatang.








Komentar