oleh

Dedi Mulyadi akan memperbanyak Danau di Bandung Selatan

Pewarta : Tim Liputan

Koran SINAR PAGI,Bandung,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mendorong pembangunan sejumlah danau retensi di Kabupaten Bandung sebagai langkah pengendalian banjir yang sering melanda wilayah tersebut.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Bandung, Senin, mengatakan pembangunan danau menjadi salah satu solusi pembenahan tata ruang di Bandung yang saat ini dirinya nilai keliru.

“Jujur saja, tata ruang Bandung ini salah. Sawah dibuat jadi pabrik, banjir jadi besar, solusinya Bandung itu harus diperbanyak danau,” katanya saat menghadiri HUT Ke-385 Kabupaten Bandung.

Dirinya menilai kondisi tata ruang di Bandung, khususnya wilayah selatan, saat ini telah mengalami banyak perubahan akibat alih fungsi lahan.

Menurut dia, lahan yang sebelumnya telah dibebaskan di kawasan rawan banjir dapat dimanfaatkan untuk pembangunan danau guna menampung air yang dikelola oleh pemerintah provinsi.

“Kemudian juga dulu kan ada sudah di tempat banjir itu ada pembebasan tanah tiga hektare, nah kalau itu biar tidak masalah jika danau tersebut dibangun oleh provinsi,” katanya.

Ia menilai pembangunan danau menjadi solusi jangka panjang dibandingkan pengerukan sungai yang dinilai tidak menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.

Selain itu, Dedi menyoroti kerusakan kawasan resapan air di wilayah hulu Bandung Selatan yang memperparah kondisi banjir di wilayah hilir.

Untuk itu, Pemprov Jabar akan melakukan penataan kawasan secara menyeluruh, termasuk penguatan fungsi daerah resapan dan pengendalian alih fungsi lahan.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong perubahan pola ekonomi masyarakat agar sejalan dengan upaya konservasi lingkungan.

Ia menjelaskan masyarakat akan diarahkan beralih ke sektor tanaman keras seperti teh dan kopi yang lebih ramah lingkungan dibandingkan pertanian sayuran intensif.

“Saya mengeluarkan pergub pengembalian kawasan Bandung selatan jadi kawasan tanaman keras. Mau kopi, mau teh, mau apa lagi juga tidak apa-apa, bagaimana caranya? Sudahlah provinsi siap mengeluarkan uang sudah dimulai kan dari sekarang,” katanya.

Dia mengharapkan langkah tersebut mampu menekan risiko banjir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bandung.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *